Berita Kaltara Terkini
Bobot Nilai 40, Tes Wawancara akan Diterapkan pada PPDB SMK di Kaltara Tahun Ini
Tidak ada sistem zonasi, proses PPDB jenjang SMK di Kaltara tahun ini akan ditambah dengan sesi wawancara secara luring atau langsung.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Tidak ada sistem zonasi, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMK di Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini akan ditambah dengan sesi wawancara secara luring atau langsung.
Sesi wawancara cukup mempengaruhi calon peserta didik diterima atau tidak di jurusan atau bidang pada sekolah yang didaftar.
Secara teknis, dijelaskan Ketua Panitia PPDB Kaltara Sudarsono, wawancara menyumbang 40 persen bobot penilaian. Sedangkan 60 persen lainnya dari nilai rapor calon peserta didik.
“Wawancara ini penting. Jadi wajib diikuti. Karena bisa jadi nilai rapor anak sudah tinggi, tetapi jatuh di wawancara. Itu bisa saja terjadi,” jelas Sudarsono.
Baca juga: Bastian Lubis Sebut Mukhlis Ramlan Tak Pernah Ditugaskan TGUPP Kaltara Bicara Soal Jual Beli Jabatan
Dia menjelaskan, adanya sesi wawancara untuk membantu calon peserta didik mengenali ragam kompetensi keahlian atau jurusan yang ada di sekolah tersebut.
Wawancara juga akan membantu calon peserta didik untuk mengenal lebih dekat jurusan yang dipilih dan kesesuaiannya dengan kapasitas mereka.
“Calon siswa harus tahu dengan jurusan apa yang dipilihnya. Karena bidang vokasional itu akan berjenjang, berkelanjutan antara pembelajaran yang dilalui di SMK dan pasca lulus. Itu tidak bisa dilepas,” kata Sudarsono belum lama ini.
Dijelaskan, kesesuaian jurusan dengan potensi dan bakat atau minat calon peserta didik, akan sangat membantu ketika siswa sudah lulus. Karena mereka bisa memilih pekerjaan pada bursa kerja khusus yang diselenggarakan pemerintah.
“Siswa akan bisa benar-benar mengambil jurusan yang sesuai kemampuan. Sehingga jangan takut dengan adanya wawancara ini,” paparnya.
Di samping itu, kesesuaian jurusan dengan potensi siswa akan membantu saat mereka hendak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Mereka diproyeksikan memilih jurusan yang sesuai dengan jurusannya di SMK.
“Seperti jurusan bangunan ketika melanjutkan pendidikan lebih tinggi diarahkan linear seperti ke teknik sipil. Jadi betul-betul passion nya siswa di situ,” kata Sudarsono lagi.
Baca juga: Ada Perbedaan Keterangan Inspektur Pemprov Kaltara Yuniar Aspiati Soal Dugaan Jual Beli Jabatan
Ia menambahkan, tahap wawancara juga ditujukan untuk melihat kondisi fisik calon peserta didik. Mengingat setiap jurusan memiliki syarat spesifik yang harus dipenuhi.
“Semisal jurusan listrik kan tidak boleh buta warna, jurusan teknik alat berat juga ada tinggi minimum. Sehingga hal tersebut perlu disesuaikan,” imbuhnya.
(*)
Penulis: Edy Nugroho
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/penerimaan-siswa-baru-jenjang-slta-dimulai-26-juni-nanti-dtdn.jpg)