Peluncuran Satelit Satria
BREAKING NEWS Peluncuran Satelit Satria Tembus Orbit Luar Angkasa, Tarakan Kesempatan Nonton Bareng
Pagi ini, Senin 19 Juni 2023, Indonesia catatkan sejarah diluncurkannya Satrelit Satira, Tarakan salah satu daerah yang bisa lihat acara indonesia.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Indonesia hari ini, Senin (19/6/2023) kembali mencatatkan sejarah dengan melakukan Peluncuran Satelit Satria menuju orbit di luar angkasa pagi tadi sekitar pukul 06.00 WITA.
Peluncuran Satelit Satria langsung dari Florida, Amerika Serikat menggunakan roket dan diluncurkan di titik orbit yang ditentukan yang berada di luar angkasa selama kurang lebih 45 menit dan puncaknya di pukul 06.45 WITA pagi tadi waktu Indonesia.
Di Indonesia ada 10 wilayah kota yang mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung secara live momen peluncuran ini. Di antaranya ada Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura yang terpusat dari Jakarta dan secara langsung ditayangkan dari Florida, Amerika Serikat.
Untuk wilayah Kalimantan, hanya Banjarmasin dan Tarakan mendapat kesempatan nobar Peluncuran Satelit Satria karena hanya ada dua wilayah yang memiliki stasiun tersebut. Di Kota Tarakan pagi tadi kegiatan nobar berlangsung di Stasiun Bumi Satelit Tarakan PT SNT berlokasi di Jalan Sei Bengawan Kelurahan Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Baca juga: BMKG Tanjung Harapan Ungkap Satelit Deteksi Ada 9 Hot Spot Terpantau di Wilayah Kaltara
Untuk diketahui proyek peluncuran ini adalah garapan Kemenkominfo sebagai penanggung jawab proyek menggunakan APBU bekerja sama dengan Penanggung Jawab Umum Bakti Kominfo (PJBK) melalui Badan Layanan Umum Bakti Kominfo dengan Satelit Nusantara Tiga PT PSNT, sebagai punya penyelenggara terkait kerja sama dengan pemerintah dan badan usaha Satelit Nusantara atau PSN sebagai badan usaha penyelenggara.
PSN diketahui adalah perusahaan satelit pertama di Indonesia yang telah memiliki pengalaman sebagai satelit subject operator untuk wilayah Indonesia dan Asia selama 32 tahun. SNT dalam prosesnya, bekerja sama dengan THS, perusahaan antariksa Prancis selama 40 tahun berdiri dan perusahaan manufaktur yang menawarkan solusi teknologi tinggi untuk sistem telekomunikasi, navigasi, observasi, pengelolaan lingkungan hingga eksplorasi dan infrastruktur publik.
Adapun dalam pelaksanaannya, Kemenkomindo membangun satria yang merupakan satelit multifungsi milik pemerintah. Satelit ini akan menjadi satelit terbesar di Asia dan nomor lima di dunia dari sisi kapsitas untuk kelas di atas 100 Gbps.
Kapasitas yang besar ini diperuntukkan untuk mengatasi kesenjangan digital di wilayah-wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) serta lokas-lokasi pelayanan public di sektor pendidikan, kesehatan, TNI dan Polri juga pemerintah daerah di Tanah Air yang tidak dapat diatasi dengan teknologi seperti base transceiver station (BTS), microwave link, dan serat optic.
Baca juga: Siapa 3 Purnawirawan TNI Diperiksa dalam Kasus Korupsi Satelit Kemenhan? Negara Rugi Rp 819 Miliar
Satria diketahui memiliki 11 stasiun bumi atau gateway yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Indonesia termasuk Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura.
Usai peluncuran dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang SDM Komenterian Kominfo, Hary Budiarto menyampaikan bahwa peluncuran Satria 1 hari ini diluncurkan langsung dari Florida, Amerika Serikat.
“Mewakili kementerian terima kasih kepada seluruh pihak yang berjuang keras bahu membahu memastikan tersedianya akses internet melalui kehadiran Satria 1. Secara khusus terima kasih kepada Bapak PLT Menkominfo Prof. Machfud MD, atas dukungan kelanjutan pembangunan infrastruktu digital,” ungkap Harri Budiarto.
Juga kepada Kemenkeu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyetujui dan memproses proyek APBU Satria 1 dan juga kepada PT SNT selaku badan usaha pelaksana proyek APBU Satria 1 dan mitranya yakni Thales Alinea Space dan SpaceX.
“Dulu kita pernah luncurkan satelit palpa, seingat saya waktu itu masih SD. Satelit Palapa 1 diluncurkan tujuan mempersatukan Bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua, untuk Satria 1 ini diluncurkan bertujuan agar bisa melahirkan jangkauan-jangkauan digital dari seluruh Aceh sampai Papua,” tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/satelit-satria-02-19062023.jpg)