Kamis, 9 April 2026

Peluncuran Satelit Satria

Satelit Satria Satu Diluncurkan, Target November 2023 Sampai Orbit Bujur Timur, Desember Service

Tujuan dilakukannya peluncuran Satelit Satri ini sebagai upaya memeratakan pembangunan dan menjadi sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.

|
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Momen peluncuran satelit dari Florida, Amerika Serikat, Senin (19/6/2023) disaksikan secara live dari Stasiun Nusantara Tiga Bumi Palapa Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Usai Peluncuran Satelit Satria, Kepala Badan Litbang SDM Komenterian Kominfo, yakni, Hary Budiarto mengungkapkan, Peluncuran Satelit Satria Satu menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam upaya memeratakan pembangunan.

Khususnya infrastruktur digital di pusat-pusat layanan publik. Selepas Peluncuran Satelit Satria, dilanjutkan satelit menuju orbit di 146 Bujur Timur sampai bulan November 2023. Selanjutnya, setelah itu, serangkaian tes dan komisioning dilakukan dan diharapkan diminggu keempat Desember 2023 udah ready atau siap memberikan layanan ready of service.

“Jika dilihat Peluncuran Satelit Satria ini tidak langsung semua menerima sinyal. Tapi nanti akan ada jaringan baik FO maupun BTS yang nantinya akan memancarkan sinyal-sinyal ini sehingga layanan publik seperti sekolah, kemudian layanan kesehatan puskesmas rumah sakit dan juga keamnaan seperti markas polisi dan TNI itu bisa mendapatkan akses internet,” terang Hary Budiarto .

Hary Budiarto menambahkan, konektivitas digital untuk negara kepulauan seperti Indonesia adalah tantangan tersendiri. Pergelaran tekonologi fiber optic (FO) untuk memenuhi bandwitch di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di lokasi layanan publik tidak selamanya visible di kepualauan seperti di Indonesia yang memiliki 17.000 pulau.

Baca juga: BREAKING NEWS Peluncuran Satelit Satria Tembus Orbit Luar Angkasa, Tarakan Kesempatan Nonton Bareng

“Terutama aspek teknis, waktu dan biaya sehingga teknologi satelit adalah solusi dalam menginklusikan masyarakat dalam gerak digitalisasi terutama kepentingan edukasi dan ekonomi digital. Keberhasil peluncuran bukan tujuan akhir. Sebaliknya ini langkah awal untuk tugas berat lainnya dapat dimanfaatkan masyarakat dan dinikmat,” terangnya

Koordinasi kementerian lembaga untuk lokasi penerimaan Satria 1 begitu juga pengoperasian, pemeliharaan, penyediaan konten mendidik serta tata kelola akuntabel dalam pelaksanaan APBU di masa konsensi 15 tahun ke depan menjadi perhatian bersama.

“Kami harapkan Satria Satu mempercepat inklusi, ekonomi digital dan literasi dan munculnya talenta digital di daerah 3T. Salah satusasaran utama penerima manfaat adalah lembaga pendidikan. Kehadiran internet diharapkan bisa akselerasi dan akuisisi pendidikan pemerataan di Indonesia,” tukasnya.

Komisaris Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Erry Riana mengungkapkan PSN mengerjakan proyek Satria 1 setelah memenangkan tender tahun 2019 dan masuk proyek strategis nasional tercantum dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 56 Tahun 2018. PSN melaksanakan proyek pembangunan Satria menggandeng Thales Alineas Space dan konstruksi sejak September 2020 sampai Mei 2023.

Baca juga: BMKG Tanjung Harapan Ungkap Satelit Deteksi Ada 9 Hot Spot Terpantau di Wilayah Kaltara

Pembangunan satelit Satria sempat mengalami hambatan bukan saja pandemic melainkan dampak konflik antara Ukraina dan Rusia sehingga menyebabkan kendala dalam proses pengiriman.

“Semula direncanakan menggunakan pesawat cargo antonov yang basisnya ada di Ukraina dan terkena dampak perang maka dikirim dengan cargo kapal laut menuju Florida, Amerika Serikat. Hambatan ini mengakibatkan proyek terlambat 40 hari dari jadwal semula,” terang Erry Riana.

Proyek ini adalah tanggung jawab besar untum memastikan transformasi digital melalui satelit Satria 1 dapat diwujudkan. Kerja keras, komitmen aktif manajemen dan pemangku kepentingan, konstruksi bisa dirampungkan dan diluncurkan hari ini menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Kegiatan peluncuran Satelit Republik Indonesia (Satria) Satu dari Florida, Amerika Serikat dan disaksikan secara live lewat ajang Nonton Bareng Peluncuran dari Stasiun Bumi Satelit PT SNT Kota Tarakan, Senin (19/6/2023).
Kegiatan peluncuran Satelit Republik Indonesia (Satria) Satu dari Florida, Amerika Serikat dan disaksikan secara live lewat ajang Nonton Bareng Peluncuran dari Stasiun Bumi Satelit PT SNT Kota Tarakan, Senin (19/6/2023). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Satria memiliki transmisi 150.000 GBPS dan menjadi terbesar di Asia dan dunia. Kapasitas ini lebih besar dari 9 satelit aktif yang digunakan Indonesia. Masa hidup satelit ini 16 tahun dan akan dioperasikan oleh anak perusahaan PSN yaitu PT Satelit Nusantara Tiga (SNT).

Ada 11 stasiun disiapkan dan pusat jaringan berlokasi di Cikarang dan berada di Banjarmasin untuk stasiun cadangan,” terangnya dan menambahkan disediakan pembangunan 11 antena yang digunakan pada 11 stasiun di seluruh Indonesia termasuk di Tarakan yang dikelola SNT berlokasi di Jalan Sei Bengawan.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

TikTok tribunkaltara.com

Follow Helo TribunKaltara.com

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved