PLN Kaltimra

Gratiskan Penyambungan Listrik untuk Warga Kurang Mampu, Cara PLN UP3 Berau Terangi Pelosok Negeri

PLN UP3 Berau membantu warga kurang mampu, dan juga mewujudkan komitmen PLN guna menerangi seluruh negeri dengan pemasangan listrik gratis.

Editor: Amiruddin
HO/PLN
PLN UP3 Berau, melalui program Light Up The Dream (LUTD) memberikan pemasangan listrik gratis bagi warga yang kurang mampu, guna mewujudkan mimpi mereka, menikmati listrik. 

TRIBUNKALTARA.COM – PLN UP3 Berau, melalui program Light Up The Dream (LUTD) memberikan pemasangan listrik gratis bagi warga yang kurang mampu, guna mewujudkan mimpi mereka, menikmati listrik.

Pada kesempatan ini, sebanyak 10 warga yang tersebar di beberapa kampung. Yakni 3 orang warga Gunung Sari, Kecamatan Segah, satu orang warga Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, dan juga enam warga Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.

Menurut Manager PLN UP3 Berau, M Harryadi Poel, kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dan juga mewujudkan komitmen PLN guna menerangi seluruh negeri.

“Benar, pada tahap ini, ada 10 warga yang kami pilih untuk mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.

Baca juga: Hadirkan Energi Berkeadilan Lewat PNM, PLN Nyalakan Listrik 24 jam 3 Desa di Sei Menggaris

LUTD sendiri merupakan bantuan yang berasal dari donasi pegawai PLN dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik.

Penyambungan listrik gratis ini bentuk langkah nyata PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan.

Dalam program Light Up The Dream ini, pegawai PLN berinisiatif menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk biaya penyambungan listrik kepada keluarga kurang mampu yang tersebar di seluruh Indonesia dan kali ini dilakukan di wilayah Berau.

“Kegiatan ini akan berkelanjutan ke depannya. Pendataan juga terus dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Slamet Riyadi, salah seorang penerima program LUTD dari Kampung Tumbit Melayu, mengatakan, langkah yang dilakukan oleh PLN sangat membantu dirinya.

Apalagi dirinya hanya tinggal di gubuk sederhana, dan memanfaatkan penerangan dari lampu templok. Tentu kondisi ini sangat berbahaya.

“Iya sangat bersyukur, saya kaget juga ada petugas PLN. Saya pikir, saya tidak akan mampu menyambung listrik.

Tapi mereka ( PLN UP3 Berau, red) mewujudkan mimpi saya,” ungkapnya.

Ia yang tinggal bersama anak dan istrinya hanya mengandalkan hidup dari perkebunan milik warga yang ia rawat.

Tentu pendapatan tidak sebesar yang diharapkan, namun hanya cukup untuk makan saja.

Ia sangat bersyukur, tidak perlu lagi membeli minyak tanah untuk menerangi rumahnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved