Jumat, 1 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Warga Terpaksa Inden LPG 3 Kg, Imbas Terjadinya Kelangkaan di Daerah, Erick Telepon Dirut Pertamina

Kelangkaan elpiji bersubsidi atau LPG 3 Kg terjadi di beberapa daerah di Indonesia, sehingga masyarakat terpaksa harus inden untuk mendapatkannya.

Tayang:
Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim/Dwi Ardianto
Ratusan warga memadati halaman kantor Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara sejak pagi, Selasa (11/7/2023) untuk mendapatkan elpiji 3 Kg dengan harga murah. Beberapa hari belakangan LPG 3 Kg susah dicari. 

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA – Kelangkaan elpiji bersubsidi atau LPG 3 Kg terjadi di beberapa daerah di Indonesia, sehingga masyarakat terpaksa harus inden untuk mendapatkannya.

Edi Suprianto, agen LPG 3 KG di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur merasakan bahwa elpiji bersubsidi memang sedang dicari banyak orang.

"Permintaan elpiji bersubsidi ini meningkat, edangkan, stok sering kurang ataupun telat. Ini ke pelanggan saja masih kurang, permintaan banyak tapi LPG 3 Kg langka," ujar Edi ketika dikonfirmasi, Selasa (25/7/2023).

Kelangkaan LPG 3 kg, sudah dirasakan Edi sejak dua minggu terakhir. Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan ini.  

Namun, ia mengatakan, jika LPG 3 Kg bersubsidi yang diperuntukkan untuk warga kurang mampu juga dinikmati oleh warga yang mampu.

"Kelangkaan secara pastinya tidak tahu, mungkin karena banyak yang memakainya. Bahkan sekarang banyak warga mampu juga beli gas kecil (3 kilogram)," paparnya.

Baca juga: Bisa Jadi Solusi Kelangkaan LPG 3 Kg, Program Jaringan Gas di Kaltim Sudah Dua Tahun Tidak Ada

Edi mengaku, setiap pengiriman dari distibutor langsung diserbu oleh pembeli. Di mana sekali kirim, ia menerima 40 tabung elpiji melon. 

Namun, sebagian pembeli juga memilih untuk inden. Yakni memesan terlebih dahulu ke Edi, jika elpiji tersedia, pembeli akan langsung mengambilnya. 

"Sekarang rata-rata pembeli inden, baik yang mampu dan yang tidak. Kalau nggak inden nanti kehabisan," imbuhnya.

Untuk pembeli juga dikenakan kebijakan menyertakan fotokopi KTP. Selain itu, setiap pembeli juga dibatasi untuk membeli LPG 3 Kg, yakni 5 tabung per bulannya. 

Menanggapi kondisi stok LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, beberapa waktu terakhir, PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan memastikan kuota LPG 3 kg bersubsidi harus cukup hingga akhir tahun 2023.
Menanggapi kondisi stok LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, beberapa waktu terakhir, PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan memastikan kuota LPG 3 kg bersubsidi harus cukup hingga akhir tahun 2023. (HO/Pertamina)

Selain menyediakan tabung elpiji bersubsidi, Edi juga menjual tabung bright gas dan blue gas. Namun, peminatnya tidak sebanyak dengan elpiji bersubsidi.

Menurutnya, karena harga yang terlalu mahal menjadikan pembeli enggan membeli tabung non subsidi.  Edi menjual tabung LPG 3 Kg seharga Rp16 ribu, bright gas berukuran 12 kilogram seharga Rp220 ribu, dan blue gas berisi 5,5 kilogram seharga Rp150 ribu.

Kondisi kelangkaan elpiji bersubsidi juga terjadi di Kota Batu, Jawa Timur.

Meski Pemkot Batu telah membentuk Tim Koordinasi Pendistribusian LPG 3 Kg melalui Surat Keputusan Nomor 188.45/200/422.012/2023 yang berlaku mulai Jumat (23/6) lalu, namun tak lantas itu membuat Kota Batu terbebas dari kelangkaan LPG 3 Kg.

Banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil mengeluh karena harus keliling jauh dari tempat tinggal mereka untuk mencari penjual elpiji 3 kilogram di level pengecer.

Baca juga: LPG 3 Kg Langka di Kaltim, Jargas Rumah Tangga Bisa Jadi Solusi, di Balikpapan Layani Dua Kecamatan

Terkait kondisi ini Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menuturkan, pihak Pemkot Batu telah berupaya mengirim surat ke pihak Pertamina dan pihak berwenang agar memberikan solusi dan mengambil langkah, supaya kelangkaan Elpiji bersubsidi tidak berlarut-larut.

“Saya sudah menyurat ke Pertamina dan ke Dirjen Migas. Saya minta mereka keluarkan cadangan Elpiji 3 kilogram mereka,” kata Aries Agung Paewai.

Kelangkaan gas melon juga terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur. Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi bahkan meminta tambahan kuota LPG 3 Kg kepada Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang disebut tengah meninggi.

Kepala Diskopumdag Kabupaten Banyuwangi Nanin Oktaviantie menjelaskan, pihaknya telah berkirim surat ke Pertamina soal permintaan tambahan kuota Elpiji bersubsidi itu.

"(Untuk berapa banyaknya tambahan) kami serahkan ke Pertamina," kata Nanin.

Menurut Nanin, jumlah kuota LPG 3 Kg di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 50 ribu tabung setiap hari.

Selama ini, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan harian warga. Namun belakangan, LPG 3 Kg dikeluhkan langka oleh masyarakat di beberapa kecamatan di Banyuwangi.

Banyak pemilik toko kelontong yang menjual elpiji ukuran tersebut sering kehabisan stok dalam sepekan terakhir.

Nanin mengatakan, pihaknya dan Pertamina telah membahas keresahan masyarakat soal kelangkaan itu.

Baca juga: Ratusan Warga Balikpapan Utara Rela Antre di Operasi Pasar LPG 3 Kg, Stok Elpiji di Agen Kosong

Berdasarkan hasil analisa Diskopumdag dan Pertamina, kelangkaan elpiji bersubsidi di Banyuwangi diduga akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.

"Kemungkinan, tingkat konsumsi masyarakat meningkat menjelang Iduladha. Jadi suplai yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian menjadi sedikit kurang," tambahnya.

Diskopumdag dan Pertamina juga akan melaksanakan inspeksi mendadak ke beberapa daerah untuk memastikan penyebab dan dampak elpiji yang disebut langka. "Supaya tidak ada gejolak di masyarakat," tutur Nanin.

Konsumsi Meningkat

PT Pertamina (Persero) mencatat adanya peningkatan konsumsi LPG 3 Kg, yang berdampak terhadap ketersediaan stok di sejumlah wilayah.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan, perseroan terus berkomitmen untuk menjaga pasokan agar tetap aman.

“Bulan Juli ini memang ada peningkatan konsumsi sebesar 2 persen sebagai dampak dari adanya libur panjang beberapa waktu lalu," ujar Nicke di Indonesia Convention and Exhibition Tangerang Selatan, Banten.

"Kita sedang melakukan recovery dari penyediaan distribusinya untuk mempercepat. Namun demikian ketersediaan LPG 3 Kg ini terus dipastikan aman dan mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan bisa berangsur normal,” sambungnya.

Demi menjaga stok elpiji, Nicke menjelaskan bahwa Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading yaitu PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan penyaluran Elpiji dan turut bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan serta penyaluran elpiji 3 Kg bersubsidi tepat sasaran.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan operasi pasar. Kita bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi di mana lokasi-lokasi yang harus kita buka operasi pasar. Upaya itu agar pengelolaan stok elpiji efektif langsung ke masyarakat,” ujar Nicke.

Baca juga: Lagi-lagi LPG 3 Kg di Paser Sulit Didapat, Ada pun Harga Mahal: Elpiji Bersubsidi Dijual Rp 60 Ribu

Nicke menambahkan, menurut data pemerintah ada sekitar 60 juta rumah tangga yang berhak menerima subsidi dari total sebanyak 88 juta rumah tangga atau sekitar 68 persennya.

“Namun hari ini jika melihat data, berapa persen penjualan elpiji subsidi terhadap total llpiji  angkanya ternyata tinggi, mencapai 96 persen,” kata Nicke.

Saat ini, untuk memperbaiki tata kelola distribusinya, Nicke mengatakan Pertamina tengah melakukan pendaftaran atau registrasi melalui KTP dan NIK supaya bisa dijadikan dasar menjadi data yang bisa dipertanggungjawabkan kepada pemerintah.

Dirut Pertamina Ditelepon Erick Thohir

Dirut Pertamina Nicke Widyawati  mengaku ditelepon Menteri BUMN Erick Thohir, perihal kelangkaan gas elpiji 3 kg di sejumlah daerah, termasuk Banyuwangi hingga Malang, Jawa Timur.

"Mengenai ini ( kelangkaan gas elpiji 3 kg ), kemarin Bapak Presiden kan ada kunjungan di Malang beserta Menteri BUMN.

Dengan adanya laporan dari masyarakat di sana, Pak Menteri tadi telepon saya," ucap Nicke.

Baca juga: LPG 3 Kg di Balikpapan Langka, Sebulan Pakai Kayu Bakar, Warga Rela Antre untuk Dapat Harga Murah

Nicke mengungkapkan, kelangkaan ketersediaan LPG 3 Kg dikarenakan permintaan (demand) meningkat drastis.

Terutama pada periode libur panjang, seperti hari raya Iduladha dan Tahun Baru Hijriyah.

"Nah kenapa di berbagai daerah muncul isu itu ( langka )? Jadi, beberapa waktu yang lalu, ada hari libur IdulAdha, kemudian hari libur hari raya 1 Muharram," papar Nicke.

Untuk mempercepat pulihnya ketersediaan stok LPG 3 Kg di masyarakat, Nicke mengungkapkan Pertamina telah melakukan operasi pasar.

"Pertamina juga bekerja sama dengan pemda dan juga dengan APH untuk melakukan pengecekan, monitoring, evaluasi, untuk memastikan bahwa distribusinya ini tepat sasaran," papar Nicke.

(Tribun Network/dya/ism/lul/nas/wly) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved