Selasa, 28 April 2026

Berita Malinau Terkini

Pembenahan Turap Amblas di Malinau dengan Kontruksi Bronjong, Penanganan Permanen Bakal Diusulkan

Penanganan darurat Turap Amblas di Desa Malinau Seberang dilakukan Balai Wilayah Sungai Kalimantan V mulai hari ini, Kamis (5/10/2023).

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Penanganan sementara atau semi permanen turap ambruk di Malinai Seberang direncanakan dengan kontruksi bronjong atau gabion menahan luasan abrasi di Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (5/10/2023). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Penanganan darurat turap amblas di Desa Malinau Seberang dilakukan Balai Wilayah Sungai Kalimantan V mulai hari ini, Kamis (5/10/2023).

Pengerjaan Turap rencananya akan ditangani melalui penanganan sementara untuk menahan luasan longsor.

Sebelumnya, Bupati Malinau Wempi W Mawa telah berkoordinasi dengan lembaga berwenang menangnai persolan tersebut yakni BWS Kalimantan V.

Dikonfirmasi TribunKaltara.com terkait langkah penanganan, Kepala BWS Kalimantan V, Suryadarma Hasyim menerangkan penanganan disegerakan guna menahan luasan longsor.

Baca juga: Air Bersih dan Sanitasi Prioritas Utama RPJPD Malinau 20 Tahun Mendatang, Begini Penjelasannya

Kontruksi penanganan direncanakan hanya bersifat sementara, yakni dengan membangun Bronjong atau Gabion penahan tanah.

"Penanganan saat ini sifatnya sementara, karena area longsor makin besar. Rencananya penahan tanah, kami pakai kontruksi Bronjong. Sifatnya semi permanen,," Ujarnya saat diwawancarai di lokasi longsor, Kamis (5/10/2023).

Penanganan sementara dimaksudkan untuk menahan luasan longsor, sebab dikhawatirkan berdampak terhadap stabilitas jembatan penghubung Malinau Utara - Malinau Kota.

Di saat yang sama, BWS tengah mengupayakan usulan pembangunan kontruksi permanen menggantikan Turap yang ambruk.

Suryadharma belum dapat memastikan kapan penanganan permanen dilakukan. Pembenahan darurat saat ini didesain khusus agar dapat bertahan 6 bulan hingga lebih dari satu tahun.

"Setelah ditangani dengan kontruksi bronjong tadi, diisi batu-batu, nanti baru kami usulkan ke Jakarta untuk penanganan permanen. Mungkin 2024 atau 2025," Katanya.

Baca juga: Balai Wilayah Sungai Kalimantan Cek Turap Amblas di Malinau, Suryadarma: Konstruksi Masih Cukup Kuat

Diwawancarai terpisah, Warga Malinau Seberang, Usman berharap penanganan permanen dapat segera diupayakan.

Bukan hanya soal keamanan jembatan, juga keselamatan warga di pesisir. Sebab, kekosongan beton turap yang ambruk dipastikan menjadi pintu masuk banjir.

"Kalau bisa disegerakan. Karena siring yang roboh ini pasti jadi pintu masuk banjir. Kalau biasa air tinggi, Siring (Turap) ini jadi pembendung. Tidak langsung masuk ke rumah," Katanya.

(*)


Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved