Kamis, 7 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Teksturnya Renyah dan Lembut, Potensi Komersialisasi Nanas Madu Sungai Boh Terhambat Akses

Meskipun terletak di wilayah terluar, Kecamatan Sungai Boh juga memiliki sejumlah potensi sumber daya, hasil hutan dan buah-buahan. Seperti Nanas Madu

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Camat Sungai Boh, Yordin Ingan saat ditemui di stan Irau ke 10 Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kecamatan Sungai Boh merupakan satu dari jumlah 15 kecamatan di Malinau yang juga berada di wilayah terluar Kalimantan Utara.

Meskipun terletak di wilayah terluar, Kecamatan Sungai Boh juga memiliki sejumlah potensi sumber daya, hasil hutan dan buah-buahan.

Camat Sungai Boh, Yordin Ingan menerangkan salah satu potensi yang layak dipasarkan adalah nanas madu.

Disebut nanas madu karena rasa manisnya menyerupai madu dan teksturnya renyah dan lembut.

Baca juga: Upacara Pelambe, Prosesi Buang Sial di Masyarakat Adat Punan Malinau, Tak Dilakukan Bisa Gagal Panen

Dulu, Kata Yordin, komoditas ini pernah dikebangkan secara luas tidak lama saat Malinau dimekarkan sebagai kabupaten baru.

"Dulu pernah dikembangkan secara luas saat Malinau baru-baru dimekarkan. Sampai sekarang masih ada dan tersebar di beberapa kecamatan, hanya tidak sebanyak dulu," Katanya.

Saat ini, Nanas Madu merupakan komoditas buah unggulan.

Hanya terkendala akses, komoditas ini terhambat pada hilir pemasaran.

Yordin menerangkan, pemasaran saat ini hanya dalam skala kecil.

Atau sekadar untuk dikonsumsi warga.

Biasanya dijual seharga Rp 20 ribu per buah.

Baca juga: Kisah Uring I,ing Susuri Sungai Malinau Mendatangi Rumah Warga demi Mendampingi Siswa Belajar

Kecamatan Sungai Boh letaknya berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Juga dilalui masyarakat Apau Kayan menuju dan dari Kaltim.

"Hanya kita terkendala pemasaran memang. Karena akses di sana belum memadai di sana. Kita menghitung biaya distribusi juga aspek bisnisnya, kecuali akses sudah baik, mungkin berpotensi dikomersilkan secara luas," Ungkapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved