Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

1.500 Bibit Mangrove Ditanam di Tarakan, Peringati Hari Lahan Basah, Serentak di 13 Provinsi

Penanaman bibit mangrove dilakukan secara serentak di 13 provinsi salah satunya di Kaltara hari ini, Rabu 7 Februari 2024 dipimpin Menteri LHK.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Jajaran forkompimda provinsi Kalimantan Utara beserta Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM turun langsung melakukan penanaman bibit mangrove Rhizopora sebanyak 1500 bibit di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Timur. 

TRIBUNKALTA.COM, TARAKAN - Total 1.500 bibit mangrove jenis Rhizopora ditanam di Kelurahan Kampung Empat, Tarakan, Kalimantan Utara hari ini, Rabu (5/2/2024). Penanaman bibit mangrove ini dipimpin Menteri LHK, Siti Nurbaya, di Cianjur, Jawa Barat, serta Kepala BRGM, Hartono, di Desa Lukit, Pulau Padang, Kepulauan Meranti, provinsi Riau.

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Hartono mengatakan untuk lahan basah, termasuk gambut dan mangrove, memiliki manfaat yang begitu besar sehingga harus kelola secara bijak.

"BRGM dan KLHK bermitra dengan masyarakat dalam pelaksanaan penanaman di gambut dan mangrove untuk mendorong keberlanjutan pengelolaan ke depannya,”ucap Hartono.

Jajaran forkompimda provinsi Kalimantan Utara beserta Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM turun langsung melakukan penanaman bibit mangrove Rhizopora sebanyak 1500 bibit di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Timur pagi tadi dimulai pukul 09.30 WITA.

Baca juga: Kurangi Emisi Karbon, Pemprov Kaltara Bersama Pemkot Tarakan dan GAPKI Tanam 500 Bibit Mangrove

Mewakili Menteri LHK, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pelaksanaan SDGs dan Riset Lingkungan, Dr. Henry Bastaman menjabarkan bahwa ekosistem lahan basah gambut dan mangrove tropis di Indonesia merupakan salah satu yang terluas di dunia, dengan luas ekosistem gambut mencapai 13,9 juta hektar dan ekosistem mangrove seluas 3,36 juta hektar.

Kedua ekosistem lahan basah ini memiliki peran penting dengan memberikan berbagai manfaat nilai instrik dan fungsi kehidupan seperti penyimpan cadangan karbon, perlindungan dari bencana, habitat untuk biodiversitas, hingga pemenuhan kebutuhan manusia yang bernilai ekonomi serta eco-tourism.

Ia melanjutkan, tepat pada tanggal 2 Februari 2024 lalu, dunia merayakan hari lahan basah dengan mengangkat tema Wetlands and Human Wellbeing. Tema ini memberi penekanan akan pentingnya pelestarian dan pengelolaan lahan basah guna mendukung kesejahteraan kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Peringatan hari lahan basah ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem gambut dan mangrove. Tema hari lahan basah sedunia ini sejalan dengan misi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk memulihkan gambut, menghijaukan mangrove, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam rangka perayaan hari lahan basah sedunia, BRGM bersama Kementerian LHK melaksanakan aksi penanaman pohon serentak di ekosistem gambut dan ekosistem mangrove pada tanggal 7 Februari 2024.

Penanaman bibit mangrove 02 0702024
Jajaran forkompimda provinsi Kalimantan Utara beserta Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM turun langsung melakukan penanaman bibit mangrove Rhizopora sebanyak 1500 bibit di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Timur.

Kegiatan penanaman serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia, namun untuk BRGM pelaksanaannya di wilayah kerja BRGM yaitu Provinsi Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Sementara itu, Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu dari 13 provinsi yang menjadi lokasi penanaman pohon serentak pada peringatan hari lahan basah sedunia.

“Gerakan penanaman pohon menunjukkan urgensi pohon sebagai sentral bagi kehidupan di bumi. Aksi penanaman pohon merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana dan pengendalian perubahan iklim. Kepedulian dan kecintaan bersama dalam menjaga dan merawat lingkungan bisa diwujudkan dengan aksi nyata menanam pohon,” ujarnya.

Dukungan dan partisipasi dari Pemerintah Daerah turut menjadi bagian penting dalam upaya percepatan rehabilitasi mangrove Provinsi Kalimantan Utara. Dukungan itu diutarakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Bustan, SE., M.Si, mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang hadir langsung memimpin kegiatan penanaman serentak di Kelurahan Kampung Empat. Menurutnya kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bukti komitmen serius dari pemerintah dalam mengupayakan pemulihan lingkungan hidup.

“Atas nama pemerintah provinsi Kaltara, saya mengajak Masyarakat, khususnya pemerintah Kota Tarakan untuk bersama-sama terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sebab, kegiatan ini adalah upaya penting untuk mengembalikan fungsi ekosistem, yang kelak akan bermanfaat bagi lintas generasi dan penyelamatan masa depan bangsa” jelasnya dalam sambutan.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional (PMN), luas mangrove eksisting Provinsi Kalimantan Utara adalah sekitar 178 ribu hektare dan memiliki potensi habitat mangrove mencapai 122 ribu hektare. Oleh karena itu, Provinsi Kalimantan Utara termasuk dalam salah satu wilayah prioritas BRGM untuk pelaksanaan percepatan rehabilitasi mangrove.

Baca juga: Pulihkan Kelestarian Ekosistem Tarakan, Lantamal XIII Tanam Bibit Mangrove di Pantai Amal

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved