Berita Tarakan Terkini
200 Bibit Pohon Ditanam di Eks Kebakaran Rimba Kota Tarakan, Peringati Hari Bhakti Rimbawan
Memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-41 BP2SDM KLHK bersama DLH Tarakan melakukan penanaman 200 bibit pohon di eks kebakaran.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kegiatan penanaman pohon serentak berlangsung di Rimba Kota Sungai Batu Mapan, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Tarakan Kalimantan Utara, Kamis (7/3/2024) pagi hingga siang tadi.
Sebanyak 200 bibit pohon ditanam di lokasi eks kebakaran seluas dua hektare. Pelaksanaan kegiatan penanaman pohon ini untuk memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-41.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( BP2SDM KLHK) Ade Palguna Ruteka mewakili Menteri KLHK menyampaikan, pelaksanaan penanaman pohon ini merupakan rangkaian keempat dari kegiatan penanaman pohon yang telah dilakukan di Kalimantan Utara.
Pertama, penanaman pohon pada 30 Desember 2023 di Taraka. Kedua, 14 Januari 2024 di Tanjung Selor, Bulungan dan ketigas, 7 Februari 2024 di Tarakan.
Baca juga: Tanam Bibit Pohon di Hutan Kota Bunda Hayati, DLH Bulungan Yakini Bisa jadi Ikon Green City
Lebih lanjut Ade Palguna Ruteka menyampaikan, penanaman pohon serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Selain itu upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon atau tanaman.
"Selain itu juga meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kegiatan penanaman pohon. Pohon memiliki manfaat multiguna untuk manusia dan seluruh makhluk hidup. Bukan hanya sebagai penyedia oksigen, tetapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya di bumi," bebernya.
Menurutnya, keberadaan pohon untuk kelangsungan hidup manusia dan alam semesta, berperan penting dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, sumber kehidupan makhluk hidup, menyimpan air, menjaga suhu udara, meredam kebisingan, dan mengurangi terjangan angin.
"Untuk pohon ini menjadi solusi atas berbagai persoalan polusi udara dan dapat mengurangi dampak perubahan iklim yang telah nyata kita rasakan baik di tingkat tapak, regional dan global. Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup," terangnya.
Lanjutnua, Ini adalah langkah positif untuk merestorasi dan melindungi lingkungan. Tidak hanya memberikan manfaat bagi bumi, tetapi juga menciptakan warisan untuk generasi mendatang. Indonesia sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global.
Baca juga: Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Kasmudi Hadiri Penanaman Pohon di Sekitar Rusun Polda Kaltara
"Hutan merupakan salah satu kunci untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mendinginkan udara dan melindungi kita dari kekeringan, panas ekstrem, polusi, dan hilangnya keanekaragaman
hayati, atau yang biasa disebut Triple Planetary Crisis," paparnya.
Sehingga di momen kesempatan Hari Bhakti Rimbawan ke-41, pihaknya mengajak seluruh rimbawan baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, bisnis leaders dan para aktivis,
para pemangku kepentingan yang ada dan seluruh masyarakat, untuk dapat bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran dan kegiatan nyata di tingkat tapak secara masif dan terukur.
"Sebagaimana komitmen-komitmen yang selalu disampaikan pada berbagai forum global atau multilateral, Indonesia memandang sangat penting untuk memastikan bahwa komitmen-komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata, untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, salah satunya dengan menanam dan memelihara pohon sebanyak mungkin," tukasnya.
Suhanafi selaku perwakilan Kepala BPDAS Mahakam-Berau Kaltim Kaltara, sekaligus Ketua Panitia menjelaskan bahwa lokasi penanaman merupakan eks kebakaran yang terjadi pada tanggal 18 Februari 2024 seluas dua hektare.
Bibit yang ditanam terdiri dari jenis meranti, kapur, kayu putih, bayur, mangga, rambutan, langsat, jambu mete, dan durian dengan jumlah 200 batang.
Pelaksana penanaman berjumlah kurang lebih150 orang.
"Hari ini juga hadir dari unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Utara, Forkopimda Kota Tarakan, TNI/Polri, Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan, Direktur Iuran dan Peredaran Hasil Hutan, UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BUMN dan dunia usaha," papar pria yang menjabat sebagai Kasubag TU BPDAS
penanaman pohon
Rimba Kota Sungai Batu Mapan
Tarakan
Kalimantan Utara
bibit pohon
Hari Bhakti Rimbawan
TribunKaltara.com
| Ekspor Langsung Tarakan ke China Terkendala Tarif Logistik, BKHIT Sebut Sistem dan SOP Sudah Siap |
|
|---|
| Peluang Ekspor Tarakan ke China Terbuka, Apindo Kaltara Soroti Biaya Kontainer Masih Tinggi |
|
|---|
| Tarakan Dapat Satu Sapi Kurban Bantuan Presiden,Dua Peternak Jadi Opsi, Tunggu Biro Kepresidenan |
|
|---|
| Akselerasi Ekspor Langsung dari Tarakan, BKHIT Dorong Produk Unggulan Kaltara Tembus Pasar Global |
|
|---|
| Tingkatkan PAD, DPRD Tarakan Dorong Percepatan Pengelolaan Ratu Intan Pantai Amal pada Pihak Ketiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Penanaman-pohon-01-07032024.jpg)