Liga Italia

Janji Lautaro Martinez usai Teken Kontrak Panjang di Inter Milan, Rekor Gol Terbanyak Menanti

Lautaro Martinez memperpanjang kontraknya di Inter Milan, ingin lebih banyak trofi untuk Nerazzurri, rekor gol terbanyak sepanjang masa juga menanti.

inter.it
Lautaro Martinez memperpanjang kontraknya di Inter Milan, ingin lebih banyak trofi untuk Nerazzurri, rekor gol terbanyak sepanjang masa juga menanti. (inter.it) 

Meski demikian, Lautaro Martinez mengaku tak mau menjadikan gol terbanyak sepanjang masa Inter Milan itu sebagai sebuah target penting.

"Saya selalu ingin memberi yang terbaik. Saya tidak berharap menjadi salah satu pencetak gol terbaik dalam sejarah Inter Milan, mengingat banyak juara yang telah lolos di sini.

Itu berarti saya telah melakukan pekerjaan dengan baik, namun saya ingin terus mencetak gol dan bersiap menghadapi tantangan di kompetisi ini dengan cara terbaik, yang penting adalah tim menang," ungkap Lautaro Martinez.

Selain soal mencetak gol, Lautaro Martinez ingin menjadi kapten yang lebih bijak di dalam dan luar lapangan.

"Saya senantiasa ingin memberikan bantuan kepada rekan satu tim saya di dalam dan di luar lapangan, selalu memberikan kata-kata positif, memberikan contoh.

Saya ingin terus seperti ini, membuat para penggemar menghidupkan kembali momen-momen indah dalam enam tahun ini," ujarnya.

Selebrasi Lautaro Martinez saat mencetak gol pada pertandingan giornata 26 Liga Italia Serie A, antara Lecce vs Inter Milan, di Stadion Via del Mare, Senin (26/2/2024).
Selebrasi Lautaro Martinez saat mencetak gol pada pertandingan giornata 26 Liga Italia Serie A, antara Lecce vs Inter Milan, di Stadion Via del Mare, Senin (26/2/2024). (Twitter / @inter)

Baca juga: Inter Milan Gagal cetak Rekor Mentereng di Liga Italia, Torehan Juventus Belum Tertandingi

Lautaro juga merasa bertanggungjawab untuk menghasilkan gelar-gelar bergengsi agar masuk dalam lemari trofi Inter Milan sepanjang tahun.

Top Skor Liga Italia Serie A ini telah mengoleksi dua Scudetto, 2 Coppa Italia, dan 3 Piala Super Italia untuk Nerazzurri.

Ia pun termotivasi untuk membuat Inter Milan lebih ditakuti, terutama di Eropa.

Pasalnya, Lautaro Martinez selalu sial di final kompetisi Eropa saat membela Inter Milan.

Pada final Liga Europa, Inter Milan di tangan Antonio Conte hanya keluar sebagai finalis.

Pencapaian tersebut disusul pada era Simone Zianghi yang gagal mewujudkan trofi Liga Champions usai kalah dari Manchester City.

"Saya ingin memberikan lebih banyak trofi kepada Inter Milan. Keinginan itu muncul saat tanggal 22 April lalu, kami semua menikmati Scudetto bintang kedua bersama-sama, ini adalah sumber kebanggaan dan kegembiraan," kata Lautaro Martinez.

"Kami berhak memasuki sejarah klub dan ini harus menjadi dorongan untuk terus berjuang demi Nerazzurri," pungkasnya.

Setidaknya, musim ini adalah pembuktian dari janji Lautaro Martinez.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved