Berita Nasional Terkini
Daftar Jajaran Prabowo di Kabinet Merah Putih Pernah Bikin Kontroversi, Mayor Teddy Turun Tangan
Ini daftar nama jajaran Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih yang pernah bikin kontroversi, Mayor Teddy sampai turun tangan.
TRIBUNKALTARA.COM - Inilah daftar nama jajaran Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih yang pernah bikin kontroversi saat mereka terbilang masih baru menjabat.
Gegara ulah jajaran Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih yang pernah bikin kontroversi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya sampai turun tangan.
Hingga saat ini tercatat ada nama seperti Yandri Susanto, Gus Miftah, hingga Raffi Ahmad, yang pernah menuai kontroversi dan sorotan publik, hingga bikin Mayor Teddy turun tangan dan beri teguran.
Nama Yandri Susanto diketahui merupakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) di Kabinet Merah Putih pimpinan Prabowo.
Sementara Raffi Ahmad, jabat Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Adapun Gus Miftah, awalnya jabat Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan di Kabinet Merah Putih.
Baca juga: Presiden Prabowo Gelisah Ada Anak tak Kebagian, Anggaran Makan Bergizi Gratis Ditambah Rp100 Triliun
Pasca disorot publik, Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatannya itu.
Terbaru, ada nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendiktisaintek ), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang juga jadi sorotan.
Bahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendiktisaintek ), Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo oleh sejumlah pegawai di Kemendiktisaintek yang dipimpinnya.
Intip daftar nama jajaran Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih yang pernah bikin kontroversi saat mereka terbilang masih baru menjabat, bahkan Mayor Teddy hingga turun tangan.
Pertama, ada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT), Yandri Susanto.
Yandri diketahui membuat surat undangan dengan kop dan stempel resmi Kementerian PDT yang ditandatangani oleh Yandri Susanto untuk acara pribadi.
Acara tersebut merupakan peringatan haul kedua almarhumah ibunya, Hj Biasmawati dan undangannya mencakup perayaan Hari Santri tahun 2024 serta Tasyakuran
Apa yang dilakukan Yandri tersebut lantas menuai sorotan dan kritikan. Termasuk dari eks Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebarkan informasi tersebut ke publik.
Mahfud MD menilai tindakan Yandri sebagai pelanggaran etika birokrasi.
Politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu segera mengklarifikasi.
Ia mengakui penggunaan kop surat kementerian untuk acara pribadi murni kesalahan administrasi.
Ia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi serta menegaskan, tidak menggunakan uang kementerian untuk acara tersebut, meskipun undangan menggunakan kop kementerian.
"Tapi intinya dari acara itu tidak satu sen pun uang Kemendes yang saya gunakan, demi Allah, demi Rasul, enggak ada," ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2024).
Tindakan Yandri tersebut juga berujung teguran dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya.
Mayor Teddy memberi peringatan kepada seluruh menteri dalam Kabinet Merah Putih agar berhati-hati soal penggunaan kop surat kementerian dan tanda tangan menteri.
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi mengatakan, peringatan serius dari Mayor Teddy disampaikan melalui pesan WhatsApp group.
"Jangan digunakan kementerian ini untuk kepentingan pribadi dan keluarga," kata Budi Arie Setiadi, menirukan pesan peringatan itu kepada awak media di Istana, Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Baca juga: Ketua KPK Bantah Hasto Tak Ditahan karena Megawati Telepon Prabowo, Singgung Pertimbangan Penyidik
2. Gus Miftah
Kedua, ada Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah yang sempat menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan di Kabinet Merah Putih.
Miftah tersandung masalah setelah menghina Sunhaji, seorang penjual es teh saat berdakwah di Magelang.
Dari atas panggung, Miftah melontarkan ucapan tak pantas kepada Sunhaji yang berjualan di tengah-tengah hadirin.
"Es tehmu sih akeh (masih banyak)? Ya, sana jual g*****.
Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir," ujar Gus Miftah.
Ucapan Miftah itu membuat orang-orang yang ada di sekelilingnya tertawa terbahak-bahak, sedangkan Sunhaji hanya berdiri terdiam.
Setelah video itu viral di media sosial, warganet ramai-ramai mengecam.
Ujungnya, Gus Miftah membuat video klarifikasi guna menyampaikan permintaan maaf.
Usut punya usut, Gus Miftah baru meminta maaf setelah ditegur Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya.
Ia lantas menemui Sunhaji dan meminta maaf secara langsung.
Meski demikian, publik sudah terlanjur jengkel dengan kontroversi yang dibuat Gus Miftah.
Terlebih muncul lagi video lain di mana Gus Miftah menghina seniman legendaris, Yati Pesek.
Di tengah desakan dan kecaman publik, Gus Miftah pun memilih mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus presiden.
"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," ujar Miftah dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Jumat (6/12/2024) siang.
Miftah menegaskan, keputusan mundur itu diambil tanpa desakan dari pihak mana pun, melainkan didasarkan atas rasa cinta, hormat, dan tanggung jawabnya kepada Presiden serta kepada bangsa dan negara.
"Keputusan ini saya ambil atas rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab saya yang mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat," kata dia.
Sambil menahan tangis, Gus Miftah juga menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas kontroversi yang telah dibuat.
3. Raffi Ahmad
Kemudian ada artis Raffi Ahmad yang kini juga menjadi pembantu Prabowo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Raffi Ahmad membuat kontroversi terkait penggunaan mobil dinas dengan pelat RI 36.
Mobil pelat RI 36 menuai kontroversi setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang petugas patroli dan pengawalan (patwal) di jalanan Jakarta viral di media sosial.
Dalam video tersebut, petugas patwal bersepeda motor terlihat membelah kemacetan untuk memberikan jalan bagi mobil pelat RI 36.
Aksi petugas itu menuai kritik karena dianggap arogan, terutama ketika terlihat menunjuk-nunjuk sopir taksi eksekutif yang berada di jalur yang sama.
Sosok pemilik mobil pelat RI 36 itu sempat menjadi teka-teki. Bahkan ada 3 nama menteri yang terseret lantaran disebut sebagai penggunanya.
Yaitu Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi), Meutya Hafid; serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid.
Namun, ketiga menteri kompak membantah. Mereka bukanlah pemilik mobil berpelat RI 36.
Tak lama, Raffi Ahmad mengakui, mobil berpelat RI 36 adalah kendaraan yang digunakan dalam keperluan dinas kenegaraan.
Keterangan itu dikirimkan asistennya ke kalangan wartawan, Sabtu (11/1/2025).
Raffi Ahmad menjelaskan pada saat kejadian dirinya tidak berada di dalam mobil tersebut karena kendaraan tesebut sedang dalam perjalanan menjemputnya.
Mobil dinas itu sebelumnya mengambil beberapa berkas penting sebelum melanjutkan ke rapat berikutnya.
"Bahwa benar adanya mobil tersebut kendaraan yang saya gunakan."
"Namun pada saat kejadian, saya sedang tidak berada di dalam mobil karena pada saat itu mobil berpelat RI 36 sedang dalam posisi menjemput saya untuk menuju agenda rapat selanjutnya," kata Raffi.
Sebagai pengguna mobil berpelat RI 36, Raffi Ahmad menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya setelah melakukan klarifikasi kepada seluruh jajaran tim patwal yang mengawal dirinya.
Kronologi kejadian yang sebenarnya di depan rangkaian, terdapat taksi Alphard berwarna hitam di mana di depan taksi tersebut ada truk berhenti, sehingga taksi mengambil jalur sebelah kanan dan hampir menyerempet mobil di jalur tersebut.
Pengemudi taksi dan mobil tersebut kemudian membuka jendela dan saling adu argumen.
Petugas patwal yang melihat hal tersebut, khawatir akan menimbulkan kemacetan karena lalu lintas yang sedang lumayan padat, langsung menegur pengemudi taksi dengan mengatakan, “Sudah, Maju pak” dengan gestur yang terlihat di video.
Terkait hal ini, lagi-lagi pihak Istana melalui Seskab, Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan teguran.
Namun, ia enggan merinci identitas pejabat negara yang memakai mobil berpelat RI-36 tersebut.
"Sudah, sudah kita tegur," ujar Mayor Teddy, Sabtu (11/1/2025).
Baca juga: Tepis Isu Bermusuhan dengan Prabowo, Megawati Mengaku Curhat ke Presiden soal Hasto Kristiyanto
4. Satryo Soemantri Brodjonegoro
Terbaru, ada Mendiktisaintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro yang baru saja didemo pegawainya di Kementerian Saintekdikti, Senin (20/1/2025).
Demo tersebut digelar untuk mengecam dugaan pemecatan pegawai kementerian.
Dalam aksi tersebut, para pegawai menggunakan pakaian berwarna hitam dan membentangkan spanduk protes yang ditujukan Satryo Soemantri.
"Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri," tulis spanduk aksi tersebut.
Ketua Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti, Suwitno mengatakan selama ini prosedur mutasi jabatan di Kemendiktisaintek dilakukan secara tidak sesuai prosedur.
"Perubahan kementerian kalau soal pergantian jabatan pimpinan itu hal yang biasa. Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur," ujar Suwitno.
Seorang ASN Kementerian Saintekdikti yang dipecat yaitu Neni Herlina mengungkapkan, pemecatannya itu dilakukan secara tidak etis.
Pemecatan tersebut diduga akibat persoalan pergantian meja kerja di ruangan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Neni menyebut pejabat eselon I juga menjadi korban pemecatan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Dia adalah Abdul Haris yang sempat menjabat sebagai Dirjen Kemendiktisaintek.
Isu lain yang dibawa para pegawai Kementerian Saintekdikti adalah perilaku Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sempat menganiaya pegawai vendor yang bekerja sama dengan Kemendiktisaintek.
Satryo pun telah buka suara terkait aksi demo para pegawainya di Kemendiktisaintek.
Menurutnya, aksi tersebut dipicu masalah mutasi yang ada di Kemendiktisaintek.
Mengingat Satryo Soemantri Brodjonegoro memiliki kebijakan untuk melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran pada pegawainya.
Satryo mengungkap, mutasi ini dilakukannya karena ingin membenahi Kemendiktisaintek sesuai dengan anjuran Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat anggaran pemerintah.
Ia menilai, kebijakan mutasi besar-besaran yang diambilnya ini membuat beberapa pihak tidak berkenan.
Sehingga berujung pada aksi demo yang dilakukan pegawai Kemendiktisaintek hari ini.
"Kita ingin membenahi. Pak Presiden mengatakan harus hemat dengan anggaran pemerintah.
Ada mutasi cukup besar dan karena memang ada pihak-pihak yang tidak berkenan dimutasi," kata Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Lebih lanjut, dia juga membantah adanya tuduhan bahwa dirinya menampar pegawainya.
Dia mengatakan aksi penamparan pada pegawai Kemendiktisaintek ini tak ada sama sekali.
"Penamparan? Tidak ada sama sekali," tegas Satryo Soemantri Brodjonegoro.
(Tribunnews.com/Sri Juliati/Yohanes Liestyo Poerwoto/Reynas Abdila)
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Belum 100 Hari Menjabat, Sederet Pembantu Presiden Prabowo Buat Kontroversi, Ada yang Pilih Mundur, https://www.tribunnews.com/nasional/2025/01/21/belum-100-hari-menjabat-sederet-pembantu-presiden-prabowo-buat-kontroversi-ada-yang-pilih-mundur?page=all.
Penulis: Sri Juliati
Editor: Bobby Wiratama
anak buah
Prabowo Subianto
Prabowo
Kabinet Merah Putih
kontroversi
Mayor Teddy
turun tangan
Raffi Ahmad
Gus Miftah
Satryo Soemantri Brodjonegoro
Yandri Susanto
Miftah Maulana Habiburrahman
Utusan Khusus
Presiden
Kemendiktisaintek
Menteri
TribunKaltara.com
| Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik: Segini Harga BBM di Kaltara Hari Ini |
|
|---|
| Daftar Mutasi Kejaksaan Terbaru 2026, Jaksa Agung Ganti Wakajati Kaltara |
|
|---|
| Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 Seluruh Indonesia, Cek juga Pertalite dan Pertamax di Kaltara |
|
|---|
| Jawaban Terbaru Pertamina hingga Bahlil Lahadalia soal Kabar Harga BBM Naik |
|
|---|
| Dubes RI Luncurkan Buku Sejarah Diplomatik Indonesia-Vatikan, Kenang 75 Tahun Persahabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-dan-Teddy-kiri.jpg)