Jumat, 10 April 2026

Cuaca Kaltara

Cuaca Ekstrem Bisa Berdampak Longsor,  BMKG Tarakan Ingatkan Potensi Banjir Rob, Ini Rekomendasinya

BMKG Tarakan menjabarkan dampak yang berpotensi terjadi dengan adanya cuaca ekstrem yang dirilis pada Sabtu malam kemarin.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / ANDI PAUSIAH
BANJIR DI MULAWARMAN - BMKG Kota Tarakan mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama sepekan di awal Februari 2025. Tampak dokumentasi banjir yang terjadi di salah satu titik Jalan Mulawarman Kota Tarakan tahun 2021 kemarin. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan menjabarkan dampak yang berpotensi terjadi dengan adanya cuaca ekstrem yang dirilis pada Sabtu malam kemarin.

Diterangkan M Sulam Khilmi, Kepala BMKG Kota Tarakan, berdasarkan data analisis dan prakiraan kondisi cuaca ekstrem di Kalimantan Utara, terdapat beberapa potensi risiko atau dampak yang disebabkan. 

Di antaranya, pertama potensi terjadi longsor, guguran bebatuan atau  erosi tanah dalam skala menengah. 

“Ini  yang harus kita waspadai juga, volume air sungai meningkat kemudian aliran banjir yang menganggu aktivitas masyarakat dalam skala menengah,” beber M Sulam Khilmi.

Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem di Kaltara, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Sepekan ke Depan

LONGSOR DI TARAKAN - Kondisi penampakan pasca longsor di RT 60 Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan, Rabu (29/1/2025). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
LONGSOR DI TARAKAN - Kondisi penampakan pasca longsor di RT 60 Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan, Rabu (29/1/2025). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM / ANDI PAUSIAH)

Sehingga pihaknya memberikan rekomendasi yang harus dilakukan masyarakat di antaranya pertama, adalah berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah.

Kemudian kedua,  tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak ketika terjadi cuaca ekstrem.

“Ketiga, diharapkan masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kemungkinan terjadi dalam tiga hari ke depan. Bahkan di tabel tadi sampai lima hari ke depan,” terang M. Sulam Khilmi.

Selanjutnya, kata M. Sulam Khilmi, untuk daerah yang bertopografi curam atau wilayah gunung, tebing dan wilayah rawan longsor agar tetap berhati-hati dan waspada jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan ringan atau sedang yang berlangsung terus-menerus. 

“Misalnya tiga malam berturut-turut, empat malam berturut-turut, apalagi, itu meski itu dijadikan kewaspadaan,” tegasnya.

Masyarakat juga bersama instasnsi terkait, melaksanakan mitigasi bencana.

Termasuk juga, masyarakat supaya membekali dirinya dengan informasi akurat tentang cuaca.

“Kemudian memperbarui informasi melalui media massa dan media sosial. Kemudian mencari informasi akurat terkait kebencanaan serta berkoodinasi dengan pihak terkait kebencanaan,” tegasnya.

Ia lebih lanjut menyampaikan bahwa, potensi banjir rob bisa terjadi.

Secara mudahnya kata M. Sulam Khilmi, banjir rob berpotensi tejadi dalam sebulan sebanyak dua kali. 

“Untuk kejadiannya, kapan dikenali, untuk mudahnya dipahami  itu di awal bulan Hijriah dan pertengahan bulan Hijriah yaitu itu awal bulan dan pertengahan bulan  potensi banjir Rob,” jelas M.Sulam Khilmi.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved