Kumpulan Pantun

30 Pantun Seloka, Puisi Lama dalam Sastra Melayu, Berisi Pesan Penuh Makna Penambah Ilmu Pengetahuan

Baca kumpulan pantun seloka berikut ini, bentuk puisi lama dalam sastra Melayu yang cocok jadi referensi penambah ilmu pengetahuan, bagikan ke teman!

Freepik.com
KUMPULAN PANTUN SELOKA - Foto perempuan membaca sambil minum kopi Freepik.com, Rabu (5/2/2025). Lihat kumpulan pantun seloka berikut ini, sastra Melayu yang cocok jadi referensi penambah pengetahuan. 

TRIBUNKALTARA.COM - Seloka adalah salah satu bentuk puisi lama dalam sastra Melayu.

Karya sastra ini biasanya berisi sindiran atau perumpamaan tentang keadaan kehidupan sehari-hari, budaya, maupun kebiasaan masyarakat.

Seloka juga bisa dimaknai sebagai media penyampai kritik atau nasihat berisi pesan moral positif untuks pembaca.

Bentuk dari seloka adalah pantun yang terdiri dari empat bait atau lebih, berima a-a-a-a atau a-b-a-b, serta terdapat sampiran dan isi.

Kumpulan pantun seloka 5 Februari 2025
KUMPULAN PANTUN SELOKA - Foto wanita membaca buku dari Freepik.com, Rabu (5/2/2025). Kumpulan pantun seloka, puisi lama dalam sastra Melayu yang cocok untuk menambah pengetahuan, bagikan ke teman terdekat. (Freepik.com)

Biasanya, seloka menggunakan bahasa yang lebih kasual dan bebas dibandingkan pantun.

Keunikan lain yang dimiliki seloka adalah beberapa bait saling berhubungan.

Adapun kata seloka diambil dari bahasa Sanskerta yakni sloka.

Yuk simak contoh pantun seloka empat bait dalam artikel ini, dikutip oleh TribunKaltara.com dari berbagai sumber.

Kumpulan pantun seloka

1. Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan.

2. Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan.

3. Apa tanda Melayu jati
Tunjuk ajar dipegang mati
Kalau hendak hidup terpuji
Tunjuk ajar pakaian diri.

4. Bila hidup hendak selamat
Kepada ibu bapak hendaklah taat
Kalau hidup hendak selamat
Kepada ibu bapa wajiblah hormat.

5. Kalau angin bertiup di darat
Ambillah jala turunkan sampan
Kalau hidup hendak selamat
Ayah dan bunda kita muliakan.

Kumpulan pantun seloka

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved