Selasa, 19 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

BPS Malinau Sebut Produksi Batubara Menurun Laju Pertumbuhan Ekonomi Terdampak

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Malinau di antaranya disebabkan adanya penurunan produksi batubara.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
PRODUKSI TURUN - Ilustrasi aktivitas pertambangan batubara di Malinau. Produksi dan harga batubara turun hingga akhir 2024 berdampak terhadap perekonomian Malinau. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara  melambat dalam setahun terakhir, dari 4,22 persen turun menjadi 3,55 persen hingga akhir tahun 2024.

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi Malinau di antaranya disebabkan adanya penurunan produksi batubara sebesar minus 3,57 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan menyampaikan, setahun terakhir, pendapatan dari sektor tambang berdampak pada pendapatan daerah.

Selain produksi turun, pendapatan juga berkurang disebabkan Harga Batubara Acuan (HBA) turun 36,97 persen dibanding tahun 2023.

Baca juga: Atasi Kelangkaan Bahan Pokok dan BBM di Apau Kayan, Pemkab Malinau akan Kirim Pakai Pesawat

"Sektor pertambangan dan penggalian hanya tumbuh 0,45 persen pada 2024, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,75 persen pada tahun sebelumnya. Hal ini berdampak besar karena sektor ini memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Malinau," kata Yanuar, Rabu (13/03/2025).

Sektor pertambangan berkontribusi sangat besar terhadap LPE Malinau. Sehingga turunnya produksi dan harga juga berdampak terhadap perlambatan ekonomi.

Kabar baiknya, sektor lain justru tumbuh sehat sepanjang tahun 2024. Data BPS mencatat sejumlah sektor produktif membaik.

Di antaranya, sektor konstruksi yang menyumbang 12,05 persen, didorong oleh pembangunan infrastruktur besar Malinau di akhir 2024.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga meningkat 11,93 persen, seiring bertambahnya rumah makan, kafe, serta UMKM.

"Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat mencari strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi Malinau, terutama di tengah tantangan di sektor pertambangan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Malinau sementara ini sedang mengupayakan revitalisasi sektor produktif, di antaranya pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. (*)

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved