Berita Nasional Terkini
Para Menteri Sowan Jokowi hingga Panggil Bos, Istana Bantah Ada Matahari Kembar di Pemerintahan
Politikus PKS Mardani Ali Sera khawatir ada 'matahari kembar' usai kunjungan sejumlah menteri ke rumah Jokowi hingga panggil bos, ini respons istana.
Penulis: Maharani Devitasari | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM - Kunjungan sejumlah menteri ke rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada momen lebaran menjadi sorotan politisi PKS.
Apalagi, ada menteri yang memanggil Jokowi dengan sebutan bos yakni Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
"Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya," ujar Trenggono saat diwawancarai awak media usai pertemuan dengan Jokowi.
Tak hanya Trenggono, Budi Gunadi yang bersilaturahmi dengan Jokowi pun memanggil ayah Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka itu dengan sebutan bos.
"Silaturahmi karena Pak Jokowi kan bosnya saya. Jadi, saya sama Ibu mau silaturahmi mohon maaf lahir dan batin. Juga (minta) doain supaya Pak Presiden dan Ibu itu sehat, karena saya masih jadi Menteri Kesehatan kan," ujar Budi.
Politikus PKS, Mardani Ali Sera menilai kedatangan para Menteri Presiden Prabowo Subianto ke rumah Jokowi dalam rangka silaturahmi lebaran adalah hal yang baik.
Namun, soal Trenggono dan Budi yang memanggil Jokowi sebagai bos, menurut Mardani memunculkan kesan adanya 'matahari kembar' dalam pemerintahan.
"Tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar," kata Mardani.
Meski ia yakin Prabowo tidak tersinggung dengan apa yang dilontarkan kedua Menterinya itu, Mardani merasa kewibawaan seorang presiden harus tetap dijaga.
"Bagaimanapun presiden kita Pak Prabowo, dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya. Dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi," ujarnya.
"Namun, yang jadi pesan saya cuma satu, jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja lagi berat, apalagi kalau dua," imbuhnya mengingatkan.
Pernyataan Mardani ini mendapat tanggapan dari beberapa partai politik, seperti Demokrat, Golkar, dan PAN.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi dalam rangka lebaran.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kehadiran para menteri di Solo untuk mengunjungi Jokowi adalah hal yang wajar.
"Jadi sesuatu yang wajar sebenarnya, tidak perlu dikhawatirkan, dan kita mesti membedakan yang betul-betul silaturahmi atau acara kemanusiaan, atau mana yang berbau politik," kata Sarmuji.
Joko Widodo
Jokowi
Prabowo Subianto
Hasan Nasbi
Mardani Ali Sera
PKS
Menteri
matahari kembar
PLN UID Kaltimra
PLN
tahun baru
| Respons Positif Jokowi soal Pertemuan Prabowo dengan Megawati: Sangat Baik untuk Negara |
|
|---|
| Prabowo Dikabarkan Bertemu Megawati Secara Tertutup, Pengamat Singgung 'Pihak Solo' yang tak Senang |
|
|---|
| Blunder soal Pernyataan Teror Kepala Babi untuk Tempo, Hasan Nasbi Bela Diri: Bukan Mengecilkan Pers |
|
|---|
| Prabowo Lempar Sinyal Reshuffle Kabinet, Petinggi Gerindra: Ada Menteri yang Kurang Seirama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Hasan-Nasbi-klarifikasi-blunder-penyataan-teror-kepala-babi.jpg)