Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Para Menteri Sowan Jokowi hingga Panggil Bos, Istana Bantah Ada Matahari Kembar di Pemerintahan

Politikus PKS Mardani Ali Sera khawatir ada 'matahari kembar' usai kunjungan sejumlah menteri ke rumah Jokowi hingga panggil bos, ini respons istana.

Tayang:
Tribunnews/ Taufik Ismail
RESPONS ISTANA - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengungkapkan banyak pihak yang iseng menyampaikan laporan ke layanan pengaduan Lapor Mas Wapres diambil dari Tribunnews.com, Minggu (23/3/2025). Begini respons istana usai kunjungan para menteri ke rumah Jokowi hingga panggil bos munculkan istilah 'matahari kembar' di pemerintahan. 

TRIBUNKALTARA.COM - Kunjungan sejumlah menteri ke rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada momen lebaran menjadi sorotan politisi PKS.

Apalagi, ada menteri yang memanggil Jokowi dengan sebutan bos yakni Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

"Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya," ujar Trenggono saat diwawancarai awak media usai pertemuan dengan Jokowi.

Tak hanya Trenggono, Budi Gunadi yang bersilaturahmi dengan Jokowi pun memanggil ayah Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka itu dengan sebutan bos.

"Silaturahmi karena Pak Jokowi kan bosnya saya. Jadi, saya sama Ibu mau silaturahmi mohon maaf lahir dan batin. Juga (minta) doain supaya Pak Presiden dan Ibu itu sehat, karena saya masih jadi Menteri Kesehatan kan," ujar Budi.

MENTERI SOWAN JOKOWI - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (11/4/2025), siang. Trenggono dan Menteri Kesehatan Budi Sadikin panggil Jokowi bos saat silaturami yang membuat politikus PKS khawatir ada 'matahari kembar' di pemerintahan. (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
MENTERI SOWAN JOKOWI - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (11/4/2025), siang. Trenggono dan Menteri Kesehatan Budi Sadikin panggil Jokowi bos saat silaturami yang membuat politikus PKS khawatir ada 'matahari kembar' di pemerintahan. (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati) (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)

Politikus PKS, Mardani Ali Sera menilai kedatangan para Menteri Presiden Prabowo Subianto ke rumah Jokowi dalam rangka silaturahmi lebaran adalah hal yang baik.

Namun, soal Trenggono dan Budi yang memanggil Jokowi sebagai bos, menurut Mardani memunculkan kesan adanya 'matahari kembar' dalam pemerintahan.

"Tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar," kata Mardani.

Meski ia yakin Prabowo tidak tersinggung dengan apa yang dilontarkan kedua Menterinya itu, Mardani merasa kewibawaan seorang presiden harus tetap dijaga.

"Bagaimanapun presiden kita Pak Prabowo, dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya. Dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi," ujarnya.

"Namun, yang jadi pesan saya cuma satu, jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja lagi berat, apalagi kalau dua," imbuhnya mengingatkan.

Pernyataan Mardani ini mendapat tanggapan dari beberapa partai politik, seperti Demokrat, Golkar, dan PAN.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi dalam rangka lebaran.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kehadiran para menteri di Solo untuk mengunjungi Jokowi adalah hal yang wajar.

"Jadi sesuatu yang wajar sebenarnya, tidak perlu dikhawatirkan, dan kita mesti membedakan yang betul-betul silaturahmi atau acara kemanusiaan, atau mana yang berbau politik," kata Sarmuji.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved