Gerina di Bulungan
Ketahan Pangan Nasional Libatkan TNI, Brigjen Putra Widiastawa Pastikan Ada Pendampingan
Melalui program Gerina di Desa Pura Sajau, Bulungan, Brigjen TNI Putra Widiastawa pastikan ada pendampingan serta pengawalan TNI kepada para petani.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Koordinator Lapangan Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan Regional Kalimantan, Brigjen TNI Putra Widiastawa memberikan semangat serta dukungan langsung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan yang menjadi salah satu dari 14 Provinsi untuk mengikuti program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina).
Dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui swasembada, Pemerintah telah membangun kolaborasi bersama unsur TNI / Polri.
Kehadiran Brigjen TNI Putra Widiastawa pada kegiatan penanaman padi serentak dalam program Gerina di Desa Pura Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara ( Kaltara) ini mendapat sambutan hangat Bupati Bulungan, Syarwani serta Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila, Rabu (23/4/2025).
Tidak segan-segan, pria lulusan Akademi Militer tahun 1995 tersebut juga ikut serta masuk di area persawahan yang berlumpur untuk ikut menanam bibit padi bersama para petani dan pejabat lainnya.
Brigjen TNI Putra Widiastawa menyampaikan, sudah sejak lama anggota TNI selalu mendukung program Ketahanan Pangan dengan cara memberikan pendampingan serta pengawalan kepada para petani di setiap daerah di Indonesia.
"Sebenarnya kegiatan mendukung Ketahanan Pangan melalui swasembada ini sudah dilakukan sejak lama, yakni kami melakukan pendampingan serta pengawalan kepada para petani," kata Brigjen TNI Putra Widiastawa, Rabu (23/4/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS, Bulungan Terpilih Ikuti Gerakan Indonesia Menanam Dipimpin Presiden Prabowo
Selain memberikan pendampingan serta pengawalan, kehadiran TNI khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Pura Sajau juga telah menambah tenaga kerja untuk mendukung program Gerina.
"Kita tahu di Desa Pura Sajau ini memang masih kekurangan tenaga kerja. Jadi kehadiran kami (Babinsa) akan menggandakan kekurangan tenaga kerja," ungkapnya.
Dikatakan Brigjen TNI Putra Widiastawa, personel yang telah dilibatkan akan melakukan pendampingan serta pengawalan hingga pra panen, melaksanakan kegiatan konstruksi dalam rangka opera yang diswakelolakan oleh Kodim, serta memastikan distribusi bibit dan pupuk sampai di petani.
Sedangkan untuk pasca panen, pihaknya akan memastikan harga penjualan gabah kering hasil panen para petani berada pada angka yang telah ditetapkan yaitu Rp 6.500.
"Jadi kita akan memastikan apa yang menjadi pelibatan unsur TNI mulai dari atas hingga Babinsa adalah bagian dari upaya kita untuk merealisasikan amanat Undang-Undang," jelasnya.
Hal ini tentu sesuai dengan Undang-Undang TNI yang mengatakan bahwa TNI merupakan entitas yang berkewajiban untuk membantu pemerintah termasuk dalam memberdayakan wilayah pertahanan serta ketahan pangan Nasional sesuai dengan MOU bersama Kementerian Pertanian (Kementan).
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Gerina-di-Pura-Sajau-Bulungan-230425.jpg)