Jumat, 1 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Dinkes Harap Pemkab Nunukan Kaltara Lengkapi Fasilitas Kesehatan di Puskesmas dan RSP

Dinkes Nunukan, Kaltara minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melengkapi fasilitas kesehatan di setiap Puskesmas dan rumah sakit pratama (RSP).

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com / Febrianus Felis
DINKES NUNUKAN - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Miskia saat ditemui awak media di Kantor DPRD Nunukan pada Senin (28/04/2025), sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ) minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melengkapi fasilitas kesehatan di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit Pratama (RSP).

Hal itu untuk meminimalisir pasien yang dirujuk ke RSUD Malinau dan RSUD Tarakan.

"Memang harus melengkapi fasilitas di Puskesmas dan RSP, supaya tidak banyak pasien rujukan ke luar daerah. RSP kita sebenarnya itu rumah sakit perawatan, yang dulunya perawatan ada di Puskesmas. Tapi karena Puskesmas harus lebih promotif dan preventif, makanya perawatan dialihkan ke RSP," kata Kepala Dinkes Nunukan, Miskia kepada TribunKaltara.com, Senin (28/04/2025), sore.

Menurut Miskia di RSP hanya terdapat dokter umum. Sehingga tahun ini dia berharap RSP yang masih tipe D naik menjadi kelas D.

Baca juga: Dinkes Nunukan Kaltara Sebut Biaya Rujukan Pasien dari Pelosok Telan APBD Lebih dari Rp1 Miliar

"Kami lagi koordinasi ke Kemenkes dan universitas untuk siapkan dokter spesialis. Syaratnya untuk naik kelas, harus ada dokter spesialis minimal 2 spesialis. Misalnya dokter spesialis anak dan dokter spesialis obgyn. Harus ada ruang unit transfusi darah dan ruang operasi," ucapnya.

Selain itu Miskia menjelaskan bahwa agar RSP dapat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, minimal ada 4 dokter spesialis. 

"Kalau mau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan minimal ada 4 dokter spesialis. Misalnya dokter spesialis anak, dokter spesialis obgyn, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam. Bila perlu tambah spesialis anestesi satu. Jadi bisa mendukung operasi caesar," ujarnya.

Miskia menambahkan bahwa semakin banyaknya pasien dari Nunukan yang dirujuk ke RSUD kabupaten lain, maka berdampak pada penghasilan RSUD Nunukan.

Baca juga: Seluruh Calon Jemaah Haji Tana Tidung Dinyatakan Aman, Dinkes Beri Vaksin Polio dan Meningitis

"Banyak merujuk pasien keluar itu, artinya penghasilan RSUD Nunukan kurang. Karena rumah sakit rujukan yang klaim biayanya. Sekarang kita tidak bisa melihat bahwa harus dirujuk ke Nunukan. Kalau lebih dekat ke Malinau ya harus ke sana. Karena pasien butuh penanganan cepat dan tentu ada pendamping Nakes dari kita," tuturnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved