Selasa, 12 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Intip Proses Pembuatan Nasu Cemba Khas Bugis, Tradisi Rutin Dilakukan Warga LDII Tarakan Usai Kurban

Tradisi rutin memasak nasu cemba di momen perayaan Idul Adha setiap tahun dilaksanakan warga RT 1 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan, Kaltara.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
AKTIVITAS MEMASAK - Tampak tim ibu-ibu kompak memasak nasu cemba untuk disajikan kepada semua warga RT 1 yang turut serta ikut melaksanakan pemotongn hewan kurban sebagai bentuk kekompakan di momen Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN -  Tradisi rutin memasak Nasu Cemba di momen perayaan Idul Adha setiap tahun dilaksanakan warga RT 1 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan, Kaltara.

Tahun ini, mereka kembali gotong royong memasak Nasu Cemba, makanan khas Bugis khususnya terkenal berasal dari Enrekang Sulawesi Selatan.

Jika para bapak-bapak dan anak-anak muda disibukkan dengan pemotongan hewan kurban sapi dan kambing, lalu dari jarak sekitar 20 meter, tampak para ibu-ibu dan gadis belia gotong royong memasak Nasu Cemba.

Nasu Cemba dipersembahkan untuk mereka yang telah bekerja keras hari ini di momen perayaan Idul Adha.

Baca juga: Tradisi Makan Buras di Tana Tidung Kaltara Satukan Keluarga di Idul Adha, Sederhana Tapi Penuh Cinta

Nasu Cemba yang  dimasak para ibu-ibu warga RT 1 bisa sampai 500 porsi bahkan lebih. 

Mereka mayoritas bersuku bugis berdomisili di wilayah tersebut.

Bahkan sebut saja Ibu H. Ira, salah seorang tokoh masyarakat di wilayah tersebut yang sudah puluhan tahun bermukim mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan para ibu-ibu warga domisili RT 1 dan sekitarnya, ini merupakan rutinitas yang dilakukan setiap ada perayaan atau pesta.

Nasu Cemba tak mudah ditemukan atau dijual bebas karena makanan khas ini hanya ditemukan saat ada perayaan besar seperti pernikahan, akikahan, atau ada acara pesta termasuk momen perayaan Idul Adha.

Saat TribunKaltara.com bertandang ke lokasi usai melihat langsung proses pemotongan kurban, tampak dua panci besar memuat ratusan kilogram daging tak berhenti diisi daging sapi

Apinya pun bukan menggunakan gas alam ataupun gas LPG melainkan dimasak menggunakan kayu bakar.

Tujuannya agar mendapatkan rasa yang khas.

Nasu Cemba berupa daging dengan bahan utamanya yang khas yakni selain daging sapi, ada sentuhan terakhir menggunakan daun cemba atau daun pohon asam.

Cara pembuatannya dikatakan Hj. Ira, dimulai dari pemotongan daging sapi.

Kemudian dibersihkan dan direbus kurang lebih 1-2 jam. 

Karena hari ini ditargetkan ratusan warga yang ikut bersantap maka bisa sampao dua jam lebih proses memasak Nasu Cemba.
 
Bumbunya sendiri menggunakan bawang merah lalu bawang putih, ketumbar, jahe, merica, kelapa sangrai, santan kentan, kemiri, lengkuas, serai, cengkeh, buah pala, adas, bunga lawang.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved