Jumat, 1 Mei 2026

Menyapa Nusantara

Deputi Watap: Asta Cita Prabowo sejalan dengan SDG PBB

Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan oleh PBB, ini penjelasannya.

Tayang:
Editor: Amiruddin
Tribunnews/Jeprima
PRABOWO - Foto Presiden Prabowo Subianto saat melantik sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga anggota Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Deputi Wakil Tetap (Watap) Republik Indonesia di New York, Hari Prabowo, menyampaikan bahwa program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNKALTARA.COM - Deputi Wakil Tetap (Watap) Republik Indonesia di New York, Hari Prabowo, menyampaikan bahwa program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Asta Cita itu kan banyak yang sangat relevan bagi pencapaian 17 SDG. 

Makan berisi gratis tentunya, goal di bidang kesehatan juga tentunya ya. 

Tapi juga zero hunger, kemudian juga asa cita akan berdampak pada pengetahuan kemiskinan,” kata Deputi Bowo dalam pengarahan media di PTRI New York, Amerika Serikat, Sabtu.

 

Baca juga: 4 Jenderal Polisi Muncul saat Prabowo Reshuffle Kabinet, Ahmad Dofiri jadi Penasihat Khusus Presiden

 

Bowo menjelaskan bahwa keterkaitan Asta Cita dengan SDG, menjadi salah satu alasan bahwa Asta Cita menjadi penting untuk diplomasi Indonesia. 

Terlebih di saat capaian global terhadap SDG untuk target 2030 masih terbatas.

“Di tingkat global itu baru di 35 persen. 

Nah Indonesia Alhamdulillah itu termasuk yang rapornya itu cukup baik. 

Kalau menurut data kita pencapaian kita 67 persen. 

Tapi menurut datanya UN itu bahkan lebih tinggi lagi. 

Menurut datanya UN itu 72 persen. 

Sehingga kan artinya justru standard yang kita apply malah lebih stringent,” ucapnya.

SDG 16 terkait Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, lanjut Bowo, selaras dengan Asta Cita terkait aspek politik yang bertujuan untuk memperbaiki tata kelola dan good governance.

Lebih lanjut Bowo menyinggung terkait rencana PBB memangkas anggaran dan 3.000 pegawai setelah Amerika Serikat menghentikan pendanaan, sehingga menurunkan total anggaran menjadi sekitar 3,7 miliar dolar AS.

 

Baca juga: 6 Fakta Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Keponakan Prabowo Minta Maaf Gegara Ucapan Kontroversial

 

Bowo menuturkan bahwa Indonesia menyuarakan agar efisiensi tersebut tidak memotong peningkatan kinerja karena PBB memiliki banyak mandat untuk membantu negara-negara berkembang, khususnya negara dengan berpendapatan rendah dan berkebutuhan khusus, termasuk untuk Palestina.

Adapun Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo, saat berpidato dalam sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September, akan turut membahas dinamika globa, termasuk menyampaikan program yang dilakukan di dalam negeri, seperti Asta Cita.

Presiden Prabowo Subianto telah tiba di New York, Amerika Serikat melalui Bandara Internasional Jhon F Kennedy, dengan pendaratan sekitar pukul 16.50 waktu setempat.

 

(*)

(ANTARA, Senin 22 September 2025, Kuntum Khaira Riswan)

 

 

Baca Berita Terkini Tribun Kaltara di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved