Rabu, 15 April 2026

Advertorial

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Cetak Hat-trick Penghargaan Green Leadership PROPER 2025

Konsistensi transformasi hijau, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo sukses raih penghargaan Green Leadership PROPER untuk ketiga kalinya dari KLHK

Dok PLN
TERIMA PENGHARGAAN - Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) menerima penghargaan Green Leadership PROPER dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah), disaksikan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (kiri) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

07042026 penghargaan PROPER Emas 02
PENGHARGAAN - Selain penghargaan Green Leadership PROPER yang diraih Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, PLN juga menerima 11 PROPER Emas atas komitmennya dalam menjalankan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Pemudik Rasakan Manfaat Mudik Nyaman Bersama BUMN, PLN Hadirkan Perjalanan Aman Penuh Kebersamaan

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025. 

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.

Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

"Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional," pungkas Darmawan.

(adv)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved