Kamis, 7 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

APBD Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Malinau, Serapan Belanja Pemerintah Perlu Dipercepat

Kakanwil DJPb Kaltara, Ika Hermini Novianti mengungkapkan APBD Malinau berperan penting dalam memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
STIMULUS EKONOMI – Proyek infrastruktur dari belanja pemerintah Kabupaten Malinau, 2024 lalu. APBD Malinau disebut berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi lokal, Kamis (28/8/2025). (TribunKaltara.com/Mohamad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malinau dinilai berperan penting dalam memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltara mencatat hingga periode Agustus 2025, 53 persen atau Rp1,3 triliun transfer ke daerah (TKD) telah tersalurkan ke kas Pemkab Malinau.

Sementara capaian realisasi belanja hingga kini baru mencapai 32 persen dari nilai pagu TKD. Kondisi ini dinilai memerlukan percepatan.

Kakanwil DJPb Kaltara, Ika Hermini Novianti menyampaikan, kondisi perekonomian Malinau masih cukup bergantung pada APBD.

Percepatan belanja pemerintah daerah mampu mendorong pertumbuhan. Belanja produktif disebut akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Karenanya, APBD Malinau memang harus digunakan sebagai stimulus ekonomi daerah.

Belanja daerah bisa dioptimalkan dan kami yakin akan mendorong ekonomi daerah lebih sebagai mesin penggerak pertumbuhan," ungkapnya.

infrastruktur Malinau 280825_1
STIMULUS EKONOMI – Proyek infrastruktur dari belanja pemerintah Kabupaten Malinau, 2024 lalu. APBD Malinau disebut berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi lokal, Kamis (28/8/2025). (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

Baca juga: DPRD Malinau Dorong Percepatan Realisasi Belanja Anggaran 2025, Utamanya Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Ika mengilustrasikan data struktur ekonomi Malinau didominasi pembentukan modal tetap bruto senilai Rp1,4 triliun.

Hal ini menunjukkan sektor investasi dan pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi daerah.

Dorongan belanja daerah juga diarahkan pada sektor padat karya, pertanian, koperasi desa, dan UMKM.

"APBD memiliki peran strategis sebagai stimulus. Jika serapan belanja ditingkatkan, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat," katanya.

Pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan produksi dan akses logistik, dinilai mendesak untuk menunjang aktivitas ekonomi.

Melalui langkah ini, APBD diharapkan tidak sekadar menjadi instrumen fiskal, melainkan penggerak utama pertumbuhan ekonomi Malinau yang inklusif dan berkelanjutan.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved