Rabu, 22 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Beras SPHP Rusak Bisa Ditukarkan, Bulog Tarakan Harap Konsumen Teliti saat Membeli, Berikut Alurnya

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin beras  Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan bisa dikembalikan atau ditukarkan jika mengalami kerusakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
PENDISTRIBUSIAN - Aktivitas penyaluran SPHP di momen Gerakan Pangan Murah pekan kemarin. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin beras  Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bisa dikembalikan atau ditukarkan jika mengalami kerusakan.

Di Kota Tarakan juga berlaku sama. Meski demikian sampai saat ini dari pihak Perum Bulog Cabang Tarakan belum menerima laporan kerusakan. 

Warga yang membeli beras SPHP jika menemukan kondisi rusak masih bisa menukarkan berasnya. Dikatakan Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Tarakan, Sri Budi Prasetyo, bahwa benar bisa dikembalikan atau ditukar.

Ia menjelaskan bahwa Bulog dalam penyaluran SPHP ke masyarakat pihaknya melakukan terlebih dahulu pengecekan kualitas.

Baca juga: Intervensi Kenaikan Harga di Malinau Kaltara, 11,5 Ton Beras SPHP Digelontorkan Tahap Awal

"Kami pastikan bahwa beras tersebut tepat kualitas dan kuantitas. Namun apabila dalam jangka penjualan di toko  outlet terkena air hujan atau air atau rusak bisa dikembalikan ke Bulog," tegasnya.

Nanti dari pihak Perum Bulog Cabang Tarakan siap menggantikan.

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke outlet, yang dikembalikan bukan karena ada unsur kesengajaan. 

"Ada juga beberapa informasi ada unsur kesengajaan. Ada yang diganti dengan beras yang lain. Kalau memang tidak ada unsur kesengajaan pasti akan kami ganti," tegasnya. 

Ia melanjutkan lagi jangan sampai outlet atau masyarakat menyalahgunakan momentum ini.

Karena beras SPHP adalah beras untuk rakyat dengan harga terjangkau. Jika memang tidak ada persoalan di kualitas jangan sampai diganti beras yang lain.

"Pastikan saat membeli jangan sampai menerima kemasan yang sudah terpotong, ataupun sudah pernah digunakan kembali. Tandanya kemasan ada bekas jahitan. Kalau ada masyarakat peroleh kemasan sudah ada bekas jahitan ada sudah terpotong bagian samping bisa lapor ke kami," tegas Sri Budi Prasetyo.

Ia lebih lanjut menambahkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti laporan.

Sejauh ini sejak penugasan ke Bulog untuk menyalurkan SPHP belum ada laporan temuan pengembalian beras yang turun mutu.

"Kami berkomitmen berikan kualitas beras yang baik untuk masyarakat. Kalau ada temuan pasti kami ganti. Silakan bawa berasnya ke gudang nanti kita cek bersama ada unsur kesengajaan atau tidak. Kalau tidak ada sengaja, misalnya kena tetesan air hujan akan kami ganti," jelasnya.

Ia melanjutkan Bulog bisa membedakan unsur kesengajaan yang dibuat.

Baca juga: 84 Ton Beras SPHP Disalurkan, Bulog Tarakan Berencana Gelar Pangan Murah Setiap Minggu

Dilihat dari bekas jahitan. 

Jika ada terlihat artinya itu kemungkinan kemasan bekas SPHP yang digunakan lagi.

"Ini jadi indikasi ada unsur kesengajaan terkait kualitas beras SPHP,"  tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved