SuperSUN PLN
Senyum Merekah di Gerbang Kaltara, Terang SuperSUN PLN Bagi Murid TK Tunas Mulya
SuperSUN hadirkan terang di pelosok Kaltara, tumbuh kembang anak-anak TK Tunas Mulya Desa Sajau semakin terang berkat cahaya PLN.
Penulis: Cornel Dimas | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTARA.COM - Senyum merekah terpancar dari wajah Pdt Yefta Parisa La'lang saat menatap panel surya yang terpasang di atap bangunan Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia (GPSDI) Jemaat Filadelfia, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Dua belas tahun Pdt Yefta bermukim di wilayah terpencil, perbatasan Bulungan, Kaltara dan Berau (Kalimantan Timur), baru tahun 2025 ini ia merasakan wujud nyata kehadiran PLN.
Tempat tinggalnya jauh dari jangkauan pusat peradaban Tanjung Selor, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kaltara.
Meskipun tinggal di wilayah pelosok yang belum teraliri listrik, Pdt Yefta tak surut langkah untuk mendirikan sekolah Taman Kanak-kanak (TK).
Bersama istrinya, Pdt Yefta membangun TK Tunas Mulya pada tahun 2023 untuk melayani tumbuh kembang anak-anak warga sekitar.
Letak TK Tunas Mulya berada di Jl Poros Bulungan-Berau Km 57, RT 14, Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
Sekira 500 meter dari Gerbang Kaltara, dengan kontur jalanan berbatu dan bukit, TK Tunas Mulya berdiri.
"Sejak belum menikah, kami punya cita-cita, rencana bersama, ketika nanti menikah akan bangun sekolah. Yang paling mungkin bisa dicapai dalam waktu dekat ya TK," kata Pdt Yefta, pemilik Yayasan Tunas Aletheia Malabi, Kamis (23/10/2025).
Pembangunan TK Tunas Mulya berlangsung kurang lebih satu tahun.
Pada 2022 Pdt Yefta lebih dulu mendirikan Yayasan Tunas Aletheia Malabi, yang kemudian mengelola TK Tunas Mulya.
Meminjam satu ruangan berukuran 3x4m2 di bangunan GPSDI Jemaat Filadelfia, anak-anak TK Tunas Mulya menjalani aktivitas bermain dan belajar.
"Waktu itu listrik tidak ada, gedung tidak ada. Ini kita masih pinjam gedung Gereja sejak tahun 2023. Jadi sudah ada dua lulusan dari TK Tunas Mulya," ungkapnya.
Saat TK Tunas Mulya berdiri mula-mula, kegiatan bermain dan belajar siswa sangat terbatas.
Tanpa hadirnya listrik, pengelola Yayasan dan para pengajar harus memutar otak dalam memberi pelayanan maksimal ke anak didik.
Tak jarang para guru terpaksa menumpang ke rumah warga yang jaraknya ratusan meter untuk mengisi daya perangkat elektronik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/231025-SuperSUN-PLN-di-TK-Tunas-Mulya.jpg)