Selasa, 19 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

BPS Catat Angkatan Kerja Kelompok Perempuan di Malinau Meningkat

BPS mencatat, kenaikan pengangguran pada 2025 dipicu meningkatnya jumlah angkatan kerja, terutama dari kelompok perempuan.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Adhinata Kusuma
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
ANGKATAN KERJA MENINGKAT – Kepala Badan Pusat Statistik Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, saat jumpa pers akhir 2025. Angkatan kerja disumbang banyaknya perempuan yang memasuki usia kerja di Malinau. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Angkatan kerja di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, meningkat pada tahun 2025.

Berdasarkan rilis data strategis Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau, kondisi tersebut berdampak pada naiknya tingkat pengangguran terbuka, tahun ini menjadi 3,42 persen, dibandingkan 3,10 persen pada 2024.

Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan kenaikan pengangguran tidak selalu sejalan dengan perubahan angka kemiskinan.

Sejak 2022, Kabupaten Malinau disebut telah memasuki kondisi full employment.

Kondisi ini ditandai dengan tingkat pengangguran yang berada di bawah 4 persen selama empat tahun berturut-turut.

Baca juga: Kontribusi Batubara Malinau Melemah, Sektor Non-Tambang  Justru Tumbuh 6,73 Persen

“Kabupaten Malinau, empat tahun berturut-turut sudah memasuki kondisi full employment. Itu artinya angkatan kerja yang ada itu diberdayagunakan untuk pembangunan dengan baik,” ungkapnya.

BPS mencatat, kenaikan pengangguran pada 2025 dipicu meningkatnya jumlah angkatan kerja, terutama dari kelompok perempuan.

Angkatan kerja perempuan tercatat meningkat signifikan, namun belum sepenuhnya terserap oleh pasar kerja.

“Angkatan kerja di Malinau meningkat, terutama perempuan yang angkatan kerjanya juga meningkat dan signifikan,” katanya.

Sementara itu, pengangguran pada kelompok laki-laki justru mengalami penurunan.

Kondisi tersebut membuat kenaikan pengangguran secara umum di Malinau lebih banyak disumbang oleh kelompok perempuan.

“Di saat pengangguran secara umum itu meningkat, pengangguran laki-laki justru menurun. Jadi bisa disimpulkan bahwa pengangguran perempuanlah yang menyebabkan pengangguran secara umum itu naik,” lanjutnya.

BPS menilai data ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan ke depan, khususnya dalam mendorong penyerapan tenaga kerja perempuan.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved