Kamis, 11 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Imigrasi Nunukan Tekankan Peran Tunon Taka sebagai Jalur Resmi Perlintasan WNI–Malaysia

Imigrasi Nunukan menegaskan pentingnya Pelabuhan Tunon Taka sebagai pintu utama perlintasan resmi masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia.

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com/Febrianus Felis
MOBILITAS WNI PERBATASAN - Arus penumpang Nunukan-Tawau di dermaga Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan menegaskan pentingnya Pelabuhan Tunon Taka sebagai pintu utama perlintasan resmi masyarakat perbatasan IndonesiaMalaysia.

Sepanjang tahun 2025, mobilitas Warga Negara Indonesia (WNI) melalui jalur Nunukan–Tawau masih terpantau tinggi namun tetap dalam kondisi aman dan terkendali.

Berdasarkan data keimigrasian hingga November 2025, tercatat sebanyak 67.649 WNI berangkat ke Malaysia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka.

Sementara itu, jumlah WNI yang kembali atau datang ke Indonesia melalui jalur yang sama mencapai 64.795 orang.

Baca juga: Lewat Operasi Wirawaspada 2025, Imigrasi Nunukan Tingkatkan Kewaspadaan Jalur Laut

Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih menjadikan jalur resmi sebagai pilihan utama dalam perjalanan lintas negara.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan, Adrian Soetrisno mengatakan, tingginya perlintasan WNI tidak lepas dari aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat perbatasan yang sudah berlangsung lama.

“Mobilitas WNI di Tunon Taka sepanjang 2025 masih cukup tinggi, namun tetap dalam kondisi terkendali,” ujar Adrian kepada TribunKaltara.com, Minggu (28/12/2025).

Ia menambahkan, perlintasan tersebut didominasi oleh masyarakat yang bekerja di Malaysia, pedagang lintas batas, serta kunjungan keluarga.

Ini menunjukkan bahwa jalur resmi perbatasan masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan lintas negara.

Selain aktivitas ekonomi, faktor libur panjang dan musim liburan juga turut memengaruhi peningkatan pergerakan WNI.

"Cukup banyak masyarakat yang memanfaatkan perlintasan ini tidak hanya untuk bekerja dan berdagang, tetapi juga untuk kunjungan keluarga dan liburan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah perlintasan pada 2025 memang mengalami penurunan meski masih berada pada level tinggi. 

"Di tahun 2024, tercatat sebanyak 76.892 WNI berangkat dan 69.942 WNI datang melalui Pelabuhan Tunon Taka. Penurunan tersebut merupakan dinamika mobilitas yang wajar di wilayah perbatasan," kata Adrian.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan dokumen perjalanan resmi dalam pengelolaan perlintasan lintas negara.

Baca juga: Imigrasi Nunukan Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Digital PAMTAS-Imigrasi

Penggunaan paspor dan Pas Lintas Batas yang dominan menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap ketertiban administrasi keimigrasian semakin meningkat.

Ke depan, Kantor Imigrasi Nunukan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, pengawasan perbatasan, serta edukasi kepada masyarakat.

"Kami akan terus mendorong warga perbatasan memanfaatkan jalur resmi agar perlintasan tetap aman, tertib, dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” pungkas Adrian.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved