Berita Malinau Terkini
PT KHN Sambut Kelulusan 49 Warga Belajar Kejar Paket dari Desa Paking dan Harapan Maju
PT KHN menyambut kelulusan warga belajar Kejar Paket, melalui program PKBM untuk warga Desa Paking dan Desa Harapan Maju, Malinau, Kalimantan Utara.
TRIBUNKALTARA.COM - Lentera harapan pendidikan di wilayah sekitar proyek PLTA Mentarang Induk terus menyala. Program kelas jarak jauh yang diinisiasi PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) untuk warga Desa Paking dan Desa Harapan Maju, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, terus menunjukkan perkembangan positif sejak dimulai pada 2024.
Pada awal Juni 2026 ini, komitmen tersebut membuahkan hasil nyata. Sebanyak 55 warga dari Desa Paking dan Harapan Maju mengikuti ujian kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C dengan persentase kelulusan mencapai 90 persen. Secara rinci, program ini berhasil meluluskan 13 peserta ujian Paket A, 19 peserta Paket B, dan 17 peserta Paket C.
Dukungan ini menjadi bukti komitmen perusahaan melalui pilar pendidikan dalam program keberlanjutan KHN Lestari, sekaligus mendukung upaya Pemkab Malinau memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Program PKBM hadir sebagai solusi bagi warga sekitar proyek PLTA Mentarang Induk yang selama ini kesulitan mengakses sekolah formal karena jarak tempuh hampir satu jam perjalanan darat.
Susanti (42), salah satu warga belajar Paket B, merefleksikan kembali pengalaman masa mudanya yang penuh keterbatasan.
"Dulu, banyak dari kami yang hanya tamatan SD, atau bahkan ndak sekolah sama sekali. Kami jarang bisa ke kota. Sulit kalau mau ke Pulau Sapi untuk sekolah, karena kata orang tua kami lokasinya terlalu jauh. Lewat program ini, kami akhirnya bisa kembali bersekolah dekat dari rumah dan tak ada biayanya," ungkap Susanti, Rabu (10/6/2026).
Bagi PT KHN, perluasan akses pendidikan ini adalah strategi jangka panjang untuk membuka lebar pintu kesempatan bagi masyarakat sekitar agar mampu membangun masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Melalui praktik pembelajaran yang fleksibel dan adaptif dari PKBM Melati – lembaga pendidikan yang bekerja sama dengan KHN – warga Desa Paking dan Harapan Maju berhasil menemukan kembali semangat belajar mereka.
Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan bekerja memenuhi kebutuhan ekonomi, warga tetap gigih berjuang menghadiri kelas.
Tantangan luar biasa ini dirasakan langsung oleh Solma (36), warga belajar yang baru saja dinyatakan lulus Paket C.
"Ndak mudah bagi waktunya antara harus bekerja, urus keluarga, dan urus kegiatan sehari-hari. Awalnya saya sempat minder, tapi saya sadar kalau usia dan keadaan ndak boleh jadi penghalang untuk belajar. Kelulusan ini rasanya jadi bukti kalau tak ada yang terlambat untuk menjemput cita-cita yang dulu tertunda," tutur Solma dengan bangga.
Semangat pantang menyerah dari para warga ini juga menjadi bahan bakar motivasi bagi para pengajar yang mendampingi mereka setiap hari.
Salah satu tutor dari PKBM Melati, Calvinus (59) membagikan kesan mendalamnya selama menjadi tenaga pendidik di kedua desa tersebut.
"Selama tahun pembelajaran ini, kami sadar betul kalau menjadi tutor pendidikan kesetaraan bukan hanya soal mengajar baca dan tulis. Kami hadir membawa harapan melalui pendidikan yang dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Melihat binar bahagia di mata para warga saat menerima ijazah adalah bayaran terbaik atas seluruh dedikasi kami di ruang kelas."
Sejalan dengan proyek PLTA Mentarang Induk oleh PT KHN yang saat ini berada dalam tahap awal konstruksi dan akan terus berkembang, perusahaan berkomitmen untuk tidak hanya membangun infrastruktur energi, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat setempat.
Program akses pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan rantai pengetahuan (chain of knowledge) yang berdampak multi-generasi.
Keberhasilan para orang tua dan orang dewasa di Desa Paking dan Harapan Maju dalam meraih ijazah diharapkan menjadi motivasi langsung bagi anak-anak mereka di rumah untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya sejak dini.
(adv)
PT Kayan Hydropower Nusantara
PT KHN
KHN Lestari
Kejar Paket
Desa Harapan Maju
Desa Paking
Malinau
Kalimantan Utara
PLTA Mentarang Induk
pendidikan
| Harga Pertamax di Malinau Kini Rp 16.900 per Liter, Warga Pilih Beralih ke Pertalite Rp 10 Ribu |
|
|---|
| Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Malinau Dorong Swasembada Pakan Ternak |
|
|---|
| Pelaku Usaha di Malinau Keluhkan Omzet Laundry Turun, Biasa 7 Orang Datang Kini Tinggal 1 dan 2 |
|
|---|
| Mampu Jaga Kondusifitas Lingkungannya, Berahim Terpilih Lagi Ketua RT 14 Tanjung Lapang di Malinau |
|
|---|
| Seleksi Terbuka 3 Posisi Staf Ahli Bupati Malinau Masih Berproses, Pemaparan Makalah dan Wawancara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/10062026-KHN-Lestari-01.jpg)