Rabu, 10 Juni 2026

Berita Malinau Terkini

Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Malinau Dorong Swasembada Pakan Ternak

Bupati Malinau, Wempi W Mawa canangkan strategi hilirisasi tingkat desa, dorong masyarakat memproduksi pakan ternak mandiri.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
OPTIMALISASI EKONOMI DESA - Bupati Malinau Wempi W Mawa saat menyampaikan gagasan kemadirian ekonomi saat pemberkalan 381 Ketua RT, Selasa (9/6/2026). Bupati mendorong masyarakat memproduksi pakan ternak mandiri agar produk lokal bisa menguasai pasar lokal. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Malinau, Wempi W Mawa, mencanangkan strategi hilirisasi di tingkat desa untuk memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri, khususnya pakan ternak.
  • Langkah ini bertujuan membangun efisiensi distribusi dan memastikan produk lokal mampu menguasai pasar setempat tanpa terus bergantung pada pasokan luar daerah.
  • Melalui program Milenial Mandiri, menyediakan pelatihan dan bantuan permodalan agar pemuda daerah mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ketergantungan terhadap pasokan barang dari luar daerah hingga kini masih menjadi tantangan struktural yang terus diurai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau.

Demi mewujudkan kemandirian ekonomi, Bupati Malinau Wempi W Mawa mencanangkan strategi hilirisasi di tingkat desa dengan mendorong masyarakat memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri, termasuk penyediaan pakan ternak.

Langkah ini diambil mengingat luas wilayah dan letak geografis Malinau yang menuntut efisiensi distribusi tinggi.

Melalui hilirisasi desa, pengelolaan hasil tani dan ternak akan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat agar memiliki nilai tambah yang tinggi sebelum dilempar ke pasaran.

Bupati Malinau menargetkan, masyarakat desa tidak lagi sekadar menjadi konsumen, melainkan produsen komoditas unggulan.

Dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi, Wempi W Mawa menilai daerah harus membangun efisiensi dengan memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri, termasuk dalam penyediaan pakan ternak.

"Agar produk lokal bisa menjadi raja di tempat sendiri, daerah harus membangun efisiensi dengan cara memproduksi pakan ternak secara mandiri di wilayahnya," katanya saat memberikan pembekalan kepada 381 Ketua RT Malinau, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: 381 Ketua RT Terpilih di Seluruh Kabupaten Malinau Telah Dilantik, Seperempat Diisi Wajah Baru

Wempi memaparkan fungsi pokok dari hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan kelapa hibrida adalah memastikan perputaran roda ekonomi terjadi langsung di tingkat desa. Dengan begitu, ketergantungan penuh pada pasokan luar daerah bisa perlahan dikurangi.

"Pemenuhan kebutuhan telur, daging ayam, sayur mayur, dan sumber pangan lainnya didorong untuk dihasilkan langsung oleh peternak serta petani lokal di tingkat desa, bukan dengan terus mendatangkan bahan dari luar daerah," lanjut Wempi.

Tantangan dan Solusi

Kendati demikian, penguatan ekonomi di lapangan ini masih membentur tantangan klasik, seperti status kawasan hutan yang membatasi optimalisasi lahan, serta perlunya regenerasi sumber daya manusia di bidang kewirausahaan.

Menyikapi isu krusial tersebut, Pemkab Malinau tengah mengupayakan penyesuaian regulasi lahan berupa pelepasan status kawasan hutan sekitar 15 persen hingga 35 persen agar dapat sah dimanfaatkan demi kepentingan ekonomi jangka panjang masyarakat.

Selain itu, untuk mempercepat regenerasi pengusaha lokal di desa, pemerintah memaksimalkan program Milenial Mandiri.

"Melalui program Milenial Mandiri, generasi muda diberikan pelatihan dan bantuan permodalan agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri serta mengelola peluang investasi daerah, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada kuota pegawai negeri atau lapangan kerja konvensional yang makin terbatas," pungkas Wempi.

‎(*)

‎Penulis: Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved