Berita Tarakan Terkini
Banjir, Longsor, dan Angin Kencang, jadi Catatan Hidrometeorologi Tarakan Sepanjang 2025
BMKG mencatat aliran massa udara basah lintas ekuator, hingga gelombang MJO aktif, semua berkontribusi pada bencana hidrometeorologi di Tarakan 2025
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan merilis kaleidoskop cuaca dan iklim sepanjang tahun 2025. Catatan tersebut menegaskan Tarakan, Kalimantan Utara menghadapi berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, longsor, hingga angin kencang.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menyebut periode pengamatan berlangsung dari 1 Januari hingga 29 Desember 2025.
Sepanjang tahun, tercatat 247 hari hujan dengan curah hujan tahunan mencapai 3.971,2 milimeter. Suhu rata-rata berada di 27,8 derajat Celsius, sementara kelembapan udara mencapai 83,4 persen.
Puncak hujan ekstrem terjadi pada 29 Januari 2025, dengan intensitas harian 145,2 milimeter.
Baca juga: Siaga Hidrometeorologi Basah di Kaltara, Warga Pesisir dan Lereng Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Hujan lebat ini memicu banjir besar dan longsor yang menelan korban jiwa. Peristiwa serupa juga terjadi pada 23 April dan 9 Oktober 2025, ketika curah hujan tinggi disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menewaskan dua nelayan.
"Beberapa pohon tumbang dilaporkan menghalangi jalan. Dan saat itu ada korban jiwa dua nelayan melaut malam-malam," ungkap Sulam Khilmi.
Selain hujan, Tarakan juga mencatat 134 kali guntur sepanjang tahun. Suhu maksimum mencapai 34,4 derajat Celsius pada 8 November, sedangkan kecepatan angin tertinggi tercatat 28 knot pada 8 Oktober.
BMKG menjelaskan, fenomena atmosfer global seperti gelombang MJO aktif, suhu laut Sulawesi yang lebih hangat, serta zona konvergensi angin memperkuat pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan risiko hujan ekstrem.
"Faktor-faktor ini membuat Tarakan lebih rentan terhadap banjir, longsor, dan angin kencang sepanjang 2025," ujarnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
| HUT ke-26 PDAM Tarakan Berlangsung Sederhana, Wali Kota Nilai Sehat |
|
|---|
| UBT Beri Penjelasan Soal Viral 14 Dosen Diberhentikan, Hanya 7 yang Kontraknya Berakhir |
|
|---|
| Pengendara Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang di Slamet Riyadi Tarakan, Ketua RT Usulkan Perbaikan |
|
|---|
| APBD 2026 Turun, Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah Capai Rp400 Miliar, Pemkot Tarakan Genjot PAD |
|
|---|
| BMKG Tarakan Perkirakan Potensi Banjir Rob Terjadi Hari Ini dan Besok, Imbau Warga Pesisir Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/04012026-bencana-Hidrometeorologi-di-Tarakan-02.jpg)