Berita Nunukan Terkini

Markas Militer Jadi Lokasi Ibadah Natal, Harmoni Warga Nunukan dan TNI di Perbatasan

Natal perdana di Markas Satgas Pamtas RI–Malaysia bukan sekadar ibadah, melainkan simbol kuat toleransi masyarakat Nunukan, didukung penuh TNI.

TribunKaltara.com/Febrianus Felis
IBADAH NATAL - Suasana Ibadah Natal di Markas Komando Taktis (Makotis) Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (03/01/2026) malam. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Suasana berbeda tampak di Markas Komando Taktis (Makotis) Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Sabtu (03/01/2026) malam.

Untuk pertama kalinya, markas militer tersebut menjadi tempat pelaksanaan ibadah Natal bersama warga RT 16, Kecamatan Nunukan Tengah.

Perayaan Natal di Makotis ini menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi Satgas Pamtas yang tengah bertugas di wilayah perbatasan.

Kegiatan digagas langsung warga dan mendapat dukungan penuh dari personel TNI.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana, Letkol Kavalerie Ikhsan Maulana Pradana, menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman baru selama empat bulan masa penugasan di Nunukan.

"Ini pertama kalinya kami merayakan Natal bersama masyarakat di Makotis. Setelah kami berkoordinasi dengan warga dan sejumlah tokoh, ternyata memang belum pernah ada perayaan Natal di tempat ini sebelumnya," ujar Ikhsan kepada TribunKaltara.com, Minggu (04/01/2026).

Ia menjelaskan, peran Satgas Pamtas lebih kepada membantu kelancaran pelaksanaan, mulai dari dukungan tenaga hingga penyediaan fasilitas. Sementara seluruh konsep acara disiapkan oleh masyarakat.

"Gagasan dan pelaksanaan sepenuhnya datang dari warga. Kami hanya hadir untuk mendukung agar ibadah dapat berjalan dengan aman dan nyaman," ucapnya.

Baca juga: Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL Gagalkan Penyelundupan 146 Botol Miras Ilegal di Sebatik

Menurut Ikhsan, keterlibatan TNI dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pendekatan teritorial dan komunikasi sosial dengan masyarakat.

Satgas Pamtas tidak hanya bertugas menjaga perbatasan negara, tetapi juga membangun hubungan harmonis lintas iman.

"Sejak awal bertugas kami juga terlibat dalam kegiatan Maulid Nabi. Ke depan, jika ada perayaan keagamaan lain dan masyarakat berkenan, kami siap berkolaborasi kembali," tuturnya.

Perayaan Natal bersama di Makotis ini menjadi simbol kuat toleransi dan kebersamaan di wilayah perbatasan.

Antusiasme warga menunjukkan terjalinnya hubungan positif antara aparat TNI dan masyarakat.

"Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga. Satgas Pamtas hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan, tetapi juga merawat persatuan dan keharmonisan sosial," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved