Menteri Kehutanan Kunjungi KKMB
Hari Lahan Basah Sedunia di Tarakan Dihadiri Menhut dan Kedubes Kanada, Komitmen Kelola Mangrove
Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia hariini, Jumat 6 Februari 2026 di KKMB Tarakan terjadi deklarasi komiten pengelola mangrove bersama.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Berikut adalah ringkasan yang lebih padat:
- Pemerintah Kanada memperkuat komitmen internasional dalam rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara melalui pendanaan proyek NasKlim.
- Proyek ini fokus pada solusi berbasis alam untuk mitigasi perubahan iklim dan penguatan tata kelola lingkungan pesisir.
- Pelestarian mangrove terbukti meningkatkan hasil tambak udang berkelanjutan sekaligus memberdayakan ekonomi perempuan lokal.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2026 yang digelar di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara, berlangsung istimewa dan sarat makna, Jumat (6/2/2026).
Tak hanya dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, kegiatan ini juga mendapat perhatian internasional dengan hadirnya Alice Birnbaum, Head of Development Cooperation and Counsellor of the Embassy of Canada in Indonesia atau Kepala Kerja Sama Pembangunan sekaligus Konselor Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia.
Kehadiran perwakilan Pemerintah Kanada ini menegaskan kuatnya komitmen kerja sama internasional dalam menjaga dan memulihkan ekosistem lahan basah, khususnya mangrove pesisir Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Alice Birnbaum mengaku antusias bisa kembali mengunjungi Tarakan untuk kedua kalinya hanya dalam waktu lima bulan sejak dirinya bertugas di Indonesia.
Baca juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Sebut 23 Persen Mangrove Dunia Disumbang dari Indonesia
“Saya sangat senang bisa kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara. Bahkan, saya bisa mengatakan ini adalah tempat favorit saya untuk dikunjungi di Indonesia sejauh ini,” ujarnya.
Alice menyebut, setiap kunjungannya ke Tarakan selalu mengingatkannya pada kekayaan alam Indonesia yang luar biasa, terutama ekosistem mangrove yang menjadi penyangga kehidupan pesisir.
Menurutnya, mangrove bukan hanya indah secara visual, tetapi juga berperan penting sebagai penjaga keanekaragaman hayati, pelindung dari dampak perubahan iklim, serta fondasi utama bagi mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Mangrove adalah penopang kehidupan. Mereka melindungi garis pantai, memperkuat ketahanan iklim, dan menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal,” jelasnya.
Atas dasar itu, Pemerintah Kanada, kata Alice, sangat bangga dapat bermitra dengan Kementerian Kehutanan RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, serta berbagai mitra pembangunan seperti Local Green Growth Institute, Wetlands International, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya Proyek NASPLIN/NasKlim yang didukung pendanaan dari Kanada, dengan fokus pada perlindungan dan rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan kapasitas masyarakat pesisir.
Program NasKlim sendiri merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kanada yang berfokus pada upaya mitigasi perubahan iklim melalui solusi berbasis alam (nature-based solutions).
Baca juga: Breaking News- Menhut Tiba di KKMB Tarakan Hujan Berhenti, Gubernur Kaltara Sebut Pertanda Baik
Alice menyebut, peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Tarakan menjadi tonggak penting (milestone) bagi dimulainya fase baru proyek kerja sama tersebut.
“Hari ini adalah momen penting. Kita hadir bersama Bapak Menteri Kehutanan dan Bapak Gubernur Kalimantan Utara untuk merayakan fase baru kerja sama menuju kesejahteraan bersama,” ucapnya.
Ia menjelaskan, proyek ini memiliki tujuan yang jelas dan ambisius, mulai dari memperkuat tata kelola mangrove dari tingkat provinsi hingga kota, mendorong kebijakan yang memberi insentif bagi masyarakat dan dunia usaha, hingga menampilkan solusi berbasis alam yang inovatif.
Salah satu contoh nyata adalah pengembangan budidaya udang berkelanjutan tanpa merusak mangrove. Bahkan, berdasarkan pengalaman lapangan, produktivitas udang justru meningkat ketika ekosistem mangrove dijaga dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Komitmen-Kelola-Margrove-06022026jpg.jpg)