Senin, 4 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Replika Unta Hingga Teatrikal Pocong Meriahkan Pawai Ramadan di Malinau Kaltara

Kemeriahan pawai Ramadan yang diwarnai replika unta hingga teatrikal pocong menyambut Ramadan 1447 H, di Kecamatan Malinau Kota, Malinau.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
PAWAI RAMADAN - Kemeriahan pawai Ramadan yang diwarnai replika unta hingga teatrikal pocong, di Kecamatan Malinau Kota, Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (17/2/2026) malam. Pawai menjadi ruang ekspresi masyarakat muslim. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kemeriahan menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dimeriahkan warga di sepanjang ruas jalan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (17/2/2026) malam.

1.500 peserta dari 33 kelompok tumpah ruah memadati rute mulai dari Jalan Panembahan (RT 02) hingga titik finis di Sentra UMKM Seluwing (RT 12).

Antusiasme warga terlihat memenuhi sisi jalan sejak petang untuk menyaksikan iring-iringan pawai.

17022026 teatrikal pocong di Malinau 01
PAWAI RAMADAN - Kemeriahan pawai Ramadan yang diwarnai replika unta hingga teatrikal pocong, di Kecamatan Malinau Kota, Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (17/2/2026) malam. Pawai menjadi ruang ekspresi masyarakat muslim.

Baca juga: Baznas Malinau Aktifkan 38 UPZ, Tersebar di Masjid dan Organisasi Islam hingga Instansi Pemerintah

Keramaian ini merupakan ekspresi rutin setiap menyambut puasa. Diketahui Umat Muslim, akan menjalankan ibadah puasa mulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dua ikon unik mencuri perhatian ribuan pasang mata penonton, yakni kehadiran replika unta dan teatrikal pocong.

Replika unta ditampilkan sebagai simbol kuat kehidupan Timur Tengah dan latar belakang sejarah lahirnya bulan Ramadan.

"Ini ekspresi warga kita khususnya di Kecamatan Malinau Kota. Kurang lebih ada 1500 peserta yang meramaikan dalam Pawai Ramadan Kecamatan Malinau Kota tahun ini," ujar Camat Malinau Kota, Muhamad Yusuf saat ditemui TribunKaltara.com di lokasi acara.

Bukan Menakut-nakuti

Sementara itu, penampilan teatrikal pocong bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti warga yang hadir.

Atribut tersebut merupakan simbolisasi teologis tentang setan yang terbelenggu selama bulan suci Ramadan.

Hal ini menjadi pengingat visual bagi warga bahwa Ramadhan adalah waktu di mana hawa nafsu dikekang demi kemurnian ibadah.

"Tujuannya adalah merayakan kegembiraan warga menyambut datangnya bulan mulia yang tinggal menghitung hari," katanya.

Baca juga: Sambut Tiga Hari Besar di Pertengahan Februari Ini, Warga Padati Pasar dan Toko di Malinau

Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antar lapisan masyarakat di Malinau.

"Sekaligus sebagai wadah mempererat silaturahmi seluruh lapisan masyarakat," ungkap Yusuf menutup pembicaraan.

Acara yang berlangsung tertib tersebut sukses mengemas pesan religi menjadi hiburan rakyat yang sarat makna di malam hari Malinau Kota.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved