Senin, 20 April 2026

Pesawat Diduga Jatuh di Krayan

Karangan Bunga Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya Ikut Mengantar Kepergian Capten Hendrick

Kisah di balik evakuasi jenazah Pilot Pelita Air Capten Hendrick, medan terjal hingga cuaca buruk jadi pertimbangan mengubah rute penerbangan.

|
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Cornel Dimas Satrio

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Di tengah momen prosesi serah terima jenazah Pilot Capten Hendrick, ada karangan bunga yang menyertai kepulangannya kembali ke kampung halaman.

Karangan bunga berwana kuning, oranye, dan putih itu bertuliskan dari Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya.

Dirangkai sederhana tapi seperti menyimpan pesan tersirat, seolah menggambarkan apresiasi dan penghargaan terakhir untuk sang Pilot.

Dalam pesannya tertulis Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya ikut berduka cita atas berpulangnya Capt. Hendrick Lodewyck Adam.

Karangan bunga itu menggambarkan rasa kehilangan masyarakat Krayan atas perjuangan Pilot yang selama ini mengantarkan BBM satu harga sampai ke wilayah perbatasan.

Siang tadi pukul 14.35 WITA, jenazah Pilot Pelita Air telah terbang menggunakan Batik Air ke Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Kisah di Balik Evakuasi

Kini tersisa cerita bagaimana proses evakuasi jenazah di lokasi medan TKP yang cukup terjal.

Di balik proses evakuasi tersebut, ada kisah perjuangan di lokasi jatuhnya pesawat yang menyentuh hati.

Kisah di balik evakuasi ini menjadi gambaran betapa beratnya para petugas di medan terpencil seperti Krayan.

Di tengah kabut tebal, lereng gunung, dan jalan tanah yang licin, mereka tetap memastikan proses evakuasi berjalan dengan hormat dan penuh tanggung jawab.

20022026 Karangan Bunga untuk Capten Hendrick 02
MENGANTAR JENAZAH PILOT - Tampak karangan bunga dari Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya mengiringi kepulangan jenazah Pilot Pelita Air yang menjadi korban dalam insiden pesawat jatuh, Capten Hendrick, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Basarnas dan AirNav Turut Bela Sungkawa Meninggalnya Pilot Pelita Air, Dukung Investigasi KNKT

Komandan Pos AU Long Bawan, Paisal, mengungkapkan dirinya bersama masyarakat, Koramil, serta unsur bandara, menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi pesawat jatuh.

"Kami selaku Danpos AU Krayan Lanud Anang Busra, perwakilan TNI AU dari Lanud Anang Busra, bersama masyarakat sampai di lokasi lebih dulu," ujar Letda Lek Paisal.

Ia menggambarkan medan pencarian yang tidak mudah. Lokasi berada di lereng gunung, dikelilingi pepohonan besar dan tinggi.

"Medannya bukan sangat ekstrem, tapi berada di lereng gunung. Pohon-pohon masih besar dan tinggi semua," katanya.

Saat tiba di lokasi, kondisi pesawat masih dalam keadaan terbakar.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved