Pesawat Diduga Jatuh di Krayan
Karangan Bunga Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya Ikut Mengantar Kepergian Capten Hendrick
Kisah di balik evakuasi jenazah Pilot Pelita Air Capten Hendrick, medan terjal hingga cuaca buruk jadi pertimbangan mengubah rute penerbangan.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Di tengah momen prosesi serah terima jenazah Pilot Capten Hendrick, ada karangan bunga yang menyertai kepulangannya kembali ke kampung halaman.
Karangan bunga berwana kuning, oranye, dan putih itu bertuliskan dari Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya.
Dirangkai sederhana tapi seperti menyimpan pesan tersirat, seolah menggambarkan apresiasi dan penghargaan terakhir untuk sang Pilot.
Dalam pesannya tertulis Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Krayan Raya ikut berduka cita atas berpulangnya Capt. Hendrick Lodewyck Adam.
Karangan bunga itu menggambarkan rasa kehilangan masyarakat Krayan atas perjuangan Pilot yang selama ini mengantarkan BBM satu harga sampai ke wilayah perbatasan.
Siang tadi pukul 14.35 WITA, jenazah Pilot Pelita Air telah terbang menggunakan Batik Air ke Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Kisah di Balik Evakuasi
Kini tersisa cerita bagaimana proses evakuasi jenazah di lokasi medan TKP yang cukup terjal.
Di balik proses evakuasi tersebut, ada kisah perjuangan di lokasi jatuhnya pesawat yang menyentuh hati.
Kisah di balik evakuasi ini menjadi gambaran betapa beratnya para petugas di medan terpencil seperti Krayan.
Di tengah kabut tebal, lereng gunung, dan jalan tanah yang licin, mereka tetap memastikan proses evakuasi berjalan dengan hormat dan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Basarnas dan AirNav Turut Bela Sungkawa Meninggalnya Pilot Pelita Air, Dukung Investigasi KNKT
Komandan Pos AU Long Bawan, Paisal, mengungkapkan dirinya bersama masyarakat, Koramil, serta unsur bandara, menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi pesawat jatuh.
"Kami selaku Danpos AU Krayan Lanud Anang Busra, perwakilan TNI AU dari Lanud Anang Busra, bersama masyarakat sampai di lokasi lebih dulu," ujar Letda Lek Paisal.
Ia menggambarkan medan pencarian yang tidak mudah. Lokasi berada di lereng gunung, dikelilingi pepohonan besar dan tinggi.
"Medannya bukan sangat ekstrem, tapi berada di lereng gunung. Pohon-pohon masih besar dan tinggi semua," katanya.
Saat tiba di lokasi, kondisi pesawat masih dalam keadaan terbakar.
pesawat jatuh
Pilot
jenazah
Capten Hendrick
Krayan
Pelita Air
Lanud Anang Busra
Long Bawan
Tarakan
Meaningful
Multiangle
Dayak Lundayeh
| Pesawat yang Jatuh di Krayan Tak Punya Black Box, Ini yang Akan Dilakukan KNKT |
|
|---|
| Basarnas dan AirNav Turut Bela Sungkawa Meninggalnya Pilot Pelita Air, Dukung Investigasi KNKT |
|
|---|
| Tiba di Tarakan Jenazah Pilot Pelita Air Dilakukan Pemulasaran, 14.35 Wita Diterbangkan ke Jakarta |
|
|---|
| Siang Ini Jenazah Hendrick Diterbangkan ke Jakarta Via Batik Air, Sempat Distirbusikan BBM ke Krayan |
|
|---|
| Bantu Ketersediaan Stok BBM, Masyarakat Krayan Raya Berduka Cita Atas Jatuhya Pesawat Pelita Air |
|
|---|