Kamis, 21 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Benahi Sistem Rumah Sakit, Direktur RSUD Nunukan Dorong Transparansi dan Pelayanan Harus Efektif

Dalam Press Conference Progress RSUD NunukanDirektur RSUD Nunukan dr Andi Bau Tune Mangkau sebut perbaiki sistem harus transparansi.

Tayang:
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Fatimah Majid
DIREKTUR RSUD NUNUKAN - Direktur RSUD Nunukan, dr Andi Bau Tune Mangkau. 

Ringkasan Berita:
  • Penguatan fungsi Humas sebagai pusat informasi tunggal untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi manajemen.
  • Prioritas pada layanan kuratif dan rehabilitatif melalui IGD 24 jam dan 20 poliklinik spesialis.
  • Penggunaan gedung baru untuk layanan jalan serta pemisahan ruang khusus (poli paru & jiwa) demi keamanan pasien.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan Kalimantan Utara mulai melakukan pembenahan besar-besaran dalam sistem dan tata kelola Rumah Sakit

Langkah pertama yang dilakukan adalah memperkuat fungsi hubungan masyarakat (humas) agar seluruh informasi terkait Rumah Sakit dapat tersampaikan secara transparan melalui satu pintu.

Direktur RSUD Nunukan dr Andi Bau Tune Mangkau menegaskan, transparansi menjadi fondasi utama dalam memperbaiki manajemen rumah sakit.

“Hal pertama yang kami dobrak adalah humas. Informasi rumah sakit harus satu pintu. Dari situ kita ingin membangun transparansi agar pengelolaan rumah sakit bisa lebih akuntabel,” ujar dr Andi Bau Tune Mangkau dalam Press Conference terkait Progress RSUD Nunukan, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Layanan Gigi Umum BPJS di RSUD Nunukan Dihentikan, Pasien Terpaksa Beralih ke Puskesmas

Menurutnya, transparansi bukan sekadar keterbukaan informas publiki, tetapi juga bagian penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan rumah sakit.

“Kita ingin pelayanan efektif dan efisien. Bukan hanya pelayanan kepada pasien, tetapi juga bagaimana penganggaran biaya di rumah sakit bisa dikelola dengan baik,” katanya.

Sebagai Rumah Sakit rujukan, RSUD Nunukan memiliki fokus utama pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tanpa meninggalkan peran promotif dan preventif.

Sekitar 80 persen pelayanan rumah sakit berkaitan dengan pengobatan dan pemulihan pasien, sementara 20 persen lainnya berkaitan dengan upaya promotif dan preventif.

Hal ini berbeda dengan puskesmas yang justru lebih banyak menjalankan pelayanan promotif dan preventif.

Baca juga: RSUD Nunukan Klarifikasi Pasien Meninggal Dunia Usai Berobat, Begini Kronologi Versi Rumah Sakit

“Di puskesmas itu kebalikannya. Mereka fokus pada promotif dan preventif. Jadi sangat wajar jika pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

RSUD Nunukan menyediakan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam dengan berbagai fasilitas seperti triase, resusitasi, tindakan pelayanan medik hingga ruang observasi intensif.

Selain itu, RSUD Nunukan juga memiliki layanan rawat jalan dengan total 20 poliklinik spesialis.

“Alhamdulillah rumah sakit kita yang tidak terlalu besar  ini sudah memiliki 20 poliklinik. Ke depan akan bertambah lagi, salah satunya poli nyeri. Kami juga akan membuka poli khusus bagi pasien yang tidak menggunakan asuransi atau pasien umum yang membutuhkan pelayanan khusus,” ungkapnya.

Sejumlah poliklinik kini telah dipindahkan ke gedung baru yang mulai difungsikan tahun ini. Namun beberapa poli tetap berada di gedung lama karena memiliki kebutuhan khusus.

“Seperti poli paru dan poli jiwa, itu tidak bisa bergabung di ruangan tertutup karena memiliki kekhususan tersendiri,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved