Jumat, 1 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Menyusul Terjadinya Longsor di Desa Long Berang, BPBD Malinau Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

BPBD Malinau imbau warga selalu waspada cuaca ekstrem, akhir akhir-akhir ini turun hujan deras di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
SIAGA BENCANA - Personel BPBD Kabupaten Malinau saat mempersiapkan perlengkapan evakuasi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Malinau. Selain pemantauan rutin, BPBD juga menyiagakan personel di titik-titik rawan guna mempercepat respons penanganan jika terjadi dampak akibat curah hujan tinggi. 

Ringkasan Berita:
Peringatan Cuaca Ekstrem: BPBD Malinau mengimbau warga waspada terhadap bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) menyusul kejadian di Mentarang Hulu.
 
Mengingat hujan masih tinggi di hulu, masyarakat di daerah rawan diminta menyiapkan skenario evakuasi mandiri jika debit air sungai meningkat signifikan.
 
Petugas BPBD telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk memperbarui data teknis dan memastikan komunikasi darurat di wilayah sulit akses tetap terbuka.

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau mengingatkan potensi dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.

Langkah ini diambil menyusul terjadinya limpasan air bercampur material lumpur yang sempat menerjang area pemukiman dan fasilitas publik di wilayah Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu pada Senin (16/3/2026) malam.

Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah hulu, pemerintah daerah memperluas cakupan peringatan dini untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan.

Masyarakat yang bermukim di daerah rawan kini diminta untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi alam di sekitar tempat tinggal mereka saat cuaca ekstrem melanda.

Baca juga: Kesaksian Oldiana Ketika Longsor di Long Berang Malinau, Dengar Suara Gemuruh hingga Tanah Bergetar

Kepala Pelaksana BPBD Malinau Iwan Darma Yuana mengingatkan bahwa peningkatan kewaspadaan merupakan kunci utama dalam meminimalisir risiko di tengah cuaca yang tidak menentu.

"Imbauan kami pastinya agar masyarakat tetap waspada. Mengingat intensitas hujan yang sedang tinggi, potensi banjir dan longsor harus diantisipasi," ujar Iwan Darma Yuana, Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sebagian besar insiden yang terjadi belakangan ini dipicu oleh limpasan air yang membawa material dari dataran tinggi akibat kejenuhan tanah.

Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan jalur komunikasi darurat tetap terbuka, terutama bagi desa-desa yang memiliki akses geografis cukup menantang.

Iwan Darma Yuana menjelaskan detail teknis di lapangan terus diperbarui oleh petugas yang telah diberangkatkan menuju lokasi terdampak di Kecamatan Mentarang Hulu.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Saat Tanah Longsor Terjang Rumah Dinas Nakes dan Guru di Long Berang Malinau

"Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca saat ini, karena keselamatan merupakan prioritas utama dalam menghadapi ancaman bencana," katanya.

BPBD juga menyarankan warga untuk mulai menyiapkan skenario evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda luapan air sungai yang meningkat secara signifikan di pemukiman.

Instruksi dari petugas di lapangan serta informasi resmi dari otoritas terkait harus menjadi acuan utama warga dalam mengambil tindakan penyelamatan darurat.

Seperti diketahui, Pemkab Malinau bersama BPBD Malimau elah menempatkan petugas personel ke Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, guna memantau dampak fenomena alam akibat hujan ekstrem.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved