Temuan Jenazah di Pasar Gusher
Tetangga Ruko Tidak Ada Dengar Teriakan Korban, Pengelola Pasar Gusher Sebut tak Pernah Cekcok
Para tetangga ruko mengaku tidak mendengar teriakan korban atau pun aktivitas mencurigakan. Ini diakui Umar, salah satu penjual sembako,
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Tetangga dan pengelola pasar mengaku tidak mendengar teriakan atau aktivitas mencurigakan sebelum jenazah IS ditemukan bersimbah darah di lantai 2 ruko.
- Korban dikenal rajin membantu orang tuanya berjualan, dan selama 5 tahun menyewa ruko, keluarga tersebut dikenal tenang serta tidak pernah terlibat cekcok.
- Jenazah pertama kali ditemukan oleh sepupu korban (YU) pada malam hari, yang kemudian segera ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Pengakuan para tetangga ruko saat sebelum kejadian temuan jenazah IS yang bersimbah darah di lantai 2 ruko Pasar Gusher Tarakan Kalimantan Utara, sama sekali tak ada mendengar teriakan atau aktivitas mencurigakan di TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Seperti dijelaskan Umar, penjual sembako dan bahan campuran di sebelah kanan dari ruko TKP ditemukannya IS. Umar yang diwawancarai media menyampaikan, informasi yang pertama kali menemukan adalah sepupu IS sendiri berinisial YU.
Umar saat kejadian temuan posisinya baru pulang salat Isya. Pulang dari salat ia melihat situasi belum begitu ramai.
"Belum ramai juga, tapi enggak ada juga kulihat orang-orang," ujar pemilik nama asli bernama Masri ini.
Baca juga: Update Temuan Jenazah di Pasar Gusher Tarakan: Kesaksian Lurah hingga Tetangga
Umar sendiri secara pribadi tak begitu akrab. Namun IS terlihat sering berjualan membantu orangtuanya.
"Kalau itu ya sering. Sering jualan. Terakhir ketemu saya juga lupa. Mungkin kemarin terakhir ketemu. Saya juga enggak fokus kan, baru-baru ini. Saya juga lupa hari ini (kemarin)," ujarnya.
Menurutnya, keseharian IS kadang menginap di ruko. Kadang juga menginap di bagian kandang karena di belakang ruko ada tempat pemotongan ayam. Orangtua IS inisial B dan istrinya inisial A. IS
Ia sendiri sudah berjualan sejak tahun 2001 lebih dulu dari orangtua IS. Sepengetahuan Umar Pasangan B dan A punya dua anak namun informasinya berstatus anak angkat. Keduanya berinisial IS dan satu lagi inisial A.
Sementara itu, Agus Toni, pengelola Pasar Gusher, membebeberkan untuk penyewa ruko sudah menyewa kurang lebih lima tahun. Selama menyewa tak ada cekcok dan normal saja. "Sama kami pengelola biasa-biasa saja," beber Toni.
Baca juga: Breaking News, Jenazah Pria Ditemukan di Dalam Ruko Pasar Gusher Tarakan
Senada dengan tetangga ruko, Agus Toni juga menyampaikan tak ada informasi cekcok atau keributan yang didengar.
"Saya dikabari jam 9 an malam. Sampai sini sudah ramai. Kalau kami baru datang dan masih proses penyelidikan," ujarnya.
Di jejeran ruko TKP memang bercampur penjualannnya. Ada yang menjual sembako, ada yang menjual telor dan sayur serta ayam potong.
"Mereka di jejeran ini ada sewa. Mereka nyewa ke pengelola," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
| Update Terbaru Temuan Jenazah di Ruko Pasar Gusher Tarakan, Korban Miliki Riwayat Disabilitas Mental |
|
|---|
| Polres Tarakan Dalami Penyebab Kematian IS, Ada Luka di Leher, Autopsi Tunggu Persetujuan Keluarga |
|
|---|
| Update Temuan Jenazah di Pasar Gusher Tarakan: Kesaksian Lurah hingga Tetangga |
|
|---|
| Breaking News, Jenazah Pria Ditemukan di Dalam Ruko Pasar Gusher Tarakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/TKP-ditemukan-jenazah-IS.jpg)