Jumat, 5 Juni 2026

Berita Tarakan Terkini

Sudah Tiga Hari Herman Hilang di Hutan Pesisir Tarakan saat Cari Daun Nipah

Herman warga Lingkas Ujung yang sedangf Sedang mencari daun nipah di kawasan pesisir Tarakan Kalimantan Utara, sudah tiga hari ini hilang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
HO-SAR Tarakan
TERIMA LAPORAN - Personel Kantor SAR Tarakan saat menerima laporan pada Rabu (3/6/2026) bahwa terjadi orang hilang sejak Sabtu (30/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sabtu (30/5/2026), Herman berpencar cari daun nipah bersama Rosdiana dan adiknya. Hingga menjelang magrib, Herman memilih tetap tinggal di hutan pesisir tersebut dan tidak kunjung keluar.
  • Khawatir korban tak kunjung pulang, Rosdiana lakukan pencarian malam itu dan hanyamenemukan parang milik Herman di tanah dekat jejak potongan nipah.
  • Kerabat dan warga sempat mencari selama 3 hari. Karena hasil tetap nihil di lokasi yang sebenarnya dekat akses jalan tersebut, Rosdiana akhirnya lapor ke Basarnas.
Disclaimer:  
Judul berita ini telah mengalami penyesuaian dari versi sebelumnya untuk meningkatkan kejelasan dan kenyamanan pembaca. Perubahan judul tidak memengaruhi isi maupun substansi berita. Seluruh kutipan, data, dan informasi tetap sesuai dengan sumber aslinya.

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Hilangnya Herman, warga Lingkas Ujung, Tarakan, saat mencari daun nipah di kawasan hutan pesisir di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Kalimantan Utara masih menyisakan tanda tanya bagi rekannya. 

Pria yang diketahui sehari-hari ikut mencari daun nipah itu dilaporkan tidak kembali setelah masuk ke kawasan tambak dan hutan nipah untuk mencari daun nipah. Daub nipah biasanya digunakan untuk alas kepiting.

Rosdiana, rekan Herman yang terakhir ikut bersamanya ke lokasi, mengaku tidak pernah menyangka Herman akan hilang karena kawasan tersebut sudah cukup familiar bagi mereka yang biasa mencari daun nipah.

Rosdiana menceritakan, pada hari kejadian yakni pada Sabtu 30 Mei 2026, ia bersama Herman dan satu rekannya berangkat menuju lokasi pencarian daun nipah di kawasan pesisir Tarakan.

Aktivitas tersebut merupakan pekerjaan yang biasa mereka lakukan untuk mendapatkan daun nipah yang kemudian dijual.

Baca juga: Cari Warga Hilang di Hutan Karang Anyar Pantai, Basarnas Tarakan Pakai Drone dan Motor Trail

"Pas sampai di pinggir jalan kami bertiga. Setelah itu masing-masing mencari lokasi sendiri-sendiri untuk mengambil daun nipah," kata Rosdiana.

Menurutnya, tidak ada hal mencurigakan sebelum Herman menghilang.Mereka menjalankan aktivitas seperti biasa dengan berpencar mencari daun nipah di sejumlah titik.

Daun nipah yang dikumpulkan biasanya dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa pulang. Menjelang sore hari atau sekitar setelah waktu Asar, adik Rosdiana yang bertugas mengangkut hasil daun nipah lebih dulu meninggalkan lokasi untuk mengantarkan hasil panen.

Saat itu Herman masih berada di dalam kawasan hutan nipah.

"Adik saya pulang dulu karena mau mengantar nipah. Herman masih di lokasi. Kami pikir biasa saja karena memang sering bekerja sendiri," ujarnya.

Rosdiana mengatakan, Herman bukan orang yang baru pertama kali masuk ke kawasan tersebut. Karena itu, saat pria tersebut belum juga keluar dari lokasi pencarian hingga menjelang Mahgrib, mereka masih menganggap Herman akan pulang sendiri seperti biasanya.

"Sampai Mahgrib ditunggu di pinggir jalan, tidak keluar-keluar juga. Tapi kami masih berpikir dia nanti keluar sendiri karena sebelumnya memang sering begitu," katanya.

Baca juga: 12 Hari Hilang di Sungai Sesayap Tana Tidung, ABK Habibi Express yang Terjatuh Ditemukan Meninggal

Kekhawatiran mulai muncul ketika Herman tidak kunjung menampakkan diri hingga malam hari. Rosdiana bersama rekannya kemudian memutuskan masuk ke dalam kawasan hutan nipah untuk melakukan pencarian. Mereka membawa lampu senter dan menyusuri jalur yang diduga dilalui Herman saat bekerja.

"Kami berangkat dua motor. Saya dibonceng sama bapaknya. Kami bawa senter masuk ke lokasi mencari jejaknya," ungkap Rosdiana.

Di dalam kawasan tersebut, mereka berusaha mengikuti bekas potongan daun nipah yang diduga dibuat Herman. Namun yang ditemukan justru parang milik Herman yang tergeletak di tanah.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved