Berita Tarakan Terkini
3 Wilayah di Tarakan Kaltara jadi Perhatian BPBD, Rawan Terjadi Kebakaran
Terdapat tiga wilayah di Tarakan, Provinsi Kaltara, yang jadi perhatian BPBD, rawan terjadi kebakaran. BPBD imbau warga Tarakan waspada.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- Tarakan berpotensi mengalami peningkatan risiko kebakaran, terutama di wilayah Tarakan Timur, Tarakan Barat, dan Tarakan Utara akibat kondisi cuaca kering.
- BPBD Kota Tarakan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan serta mewaspadai penggunaan listrik dan aktivitas yang berpotensi memicu api.
- Warga diminta segera melapor jika menemukan titik api melalui layanan darurat seperti Call Centre 112 atau Damkar 113 agar kebakaran bisa cepat ditangani sebelum meluas.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Potensi terjadinya kebakaran di Kota Tarakan kembali meningkat.
Berdasarkan pemantauan kondisi cuaca dan parameter bahan mudah terbakar di lapisan permukaan tanah, sejumlah wilayah terdeteksi berada pada kategori mudah terbakar pada Kamis (16/4/2026).
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut meliputi Tarakan Timur, Tarakan Barat, dan Tarakan Utara.
Dikatakan Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, kondisi ini dipicu oleh faktor cuaca yang cenderung kering, sehingga bahan-bahan ringan seperti daun kering dan ranting di permukaan tanah lebih mudah terbakar.
Yonsep mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap potensi kebakaran lahan, maupun kebakaran di kawasan permukiman.
Baca juga: BMKG Imbau Warga Hati-hati Buka Lahan, Risiko Kebakaran Meningkat Saat Cuaca Panas
“Kondisi saat ini menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran cukup tinggi, terutama di wilayah yang memiliki banyak material kering di permukaan tanah.
Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api,” tegas Yonsep.
Ia menekankan, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah menjadi salah satu pemicu utama kebakaran, terutama saat cuaca kering.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas tersebut demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan hunian.
Salah satunya, penggunaan peralatan elektronik yang melebihi kapasitas serta kelalaian saat memasak menjadi faktor risiko yang kerap terjadi.
“Pastikan penggunaan listrik tidak berlebihan, periksa instalasi secara berkala, dan jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala, khususnya saat memasak,” tambah Yonsep.
Dalam situasi darurat, masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat oleh petugas.
Warga juga diimbau untuk segera melakukan evakuasi ke titik aman apabila terjadi kebakaran.
| Rehabilitasi Mangrove Kaltara Lewat M4CR Tunjukkan Hasil Positif, KKMD Didorong Perkuat Publikasi |
|
|---|
| 18 Surat Bukti Penindakan Ditangani Bea Cukai Tarakan di Kuartal I 2026, Nilainya Rp 2,8 Miliar |
|
|---|
| Kasus Koper Isi Sabu di Tarakan Menuju P21, Tersangka Dijanjikan Rp30 Juta, Satu Kali Lolos |
|
|---|
| Isu Merger Partai NasDem dan Gerindra Mencuat, Begini Pernyataan Sikap Ketua DPW NasDem Kaltara |
|
|---|
| 1,7 Ton Barang Ilegal Dimusnahkan di Tarakan, Karantina Sebut Ancaman Penyakit dari Jalur Perbatasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Tampak-kebakaran-yang-ditangani-BPBD-Tarakan-belum-lama-ini.jpg)