Berita Tana Tidug Terkini
Mengulas Sektor Unggulan Tana Tidung, BPS Beberkan Capaian Industri hingga Pasokan Energi
Bukan hanya sektor pertambangan, BPS Tana Tidung mengungkapkan industri pengolahan kecil dan menengah di Bumi Upun Taka mulai menunjukkan taring.
Penulis: Rismayanti | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Sektor industri, pertambangan, dan pemenuhan energi kian memperkokoh posisinya sebagai pilar utama dalam struktur ekonomi Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung menunjukkan dinamika positif di sektor-sektor tersebut.
Selain berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah, sektor unggulan ini juga berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Bumi Upun Taka.
Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan memaparkan sektor pertambangan masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten.
"Pertambangan dan penggalian tetap menjadi motor penggerak ekonomi kita. Jika kita lihat datanya, kontribusi sektor ini terhadap PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 1.545,86 miliar pada tahun 2025," ungkap Iwan kepada TribunKaltara.com, Senin (20/4/2026).
Capaian tersebut melampaui angka tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 1.488,42 miliar. Pertumbuhan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas produksi di Tana Tidung tetap stabil meski di tengah tantangan ekonomi global.
Baca juga: BPS Tana Tidung Sosialisasikan Program Desa Cantik, Tiga Desa Jadi Lokus di Tahun 2026
Geliat Industri Kecil dan Menengah
Tak hanya sektor ekstraktif, industri pengolahan juga menunjukkan tren menggembirakan dengan nilai kontribusi mencapai Rp 183,15 miliar pada 2025.
Iwan menyebutkan sektor ini digerakkan oleh unit-unit usaha lokal.
"Industri di Tana Tidung didominasi industri kecil dan menengah. Kami mencatat ada sekitar 156 unit usaha industri mikro dan kecil yang tersebar di lima kecamatan, yang menyerap banyak tenaga kerja lokal," ungkapnya.
Capaian Krusial
Sektor energi juga mencatatkan angka yang krusial bagi kesejahteraan warga. Hingga tahun 2025, jumlah pelanggan listrik di Tana Tidung telah menembus 8.942 pelanggan, dengan kategori rumah tangga sebagai pengguna terbesar dengan total daya tersambung 11.234.500 VA.
"Untuk pasokan energi, produksi listrik kita mengalami peningkatan. Total produksi listrik di Tana Tidung tercatat sebesar 32,45 juta kWh, dengan jumlah listrik yang terjual kepada masyarakat mencapai 29,87 juta kWh," jelas Iwan.
Peningkatan serupa juga terlihat pada layanan air bersih. Pelanggan PDAM kini mencapai 4.125 sambungan rumah dengan volume penyaluran air sebesar 1,28 juta meter kubik sepanjang tahun 2025. Hal ini mencerminkan perluasan akses sanitasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Iwan menegaskan pembangunan infrastruktur dasar berjalan beriringan dengan eksploitasi sumber daya alam.
"Data ini memberikan gambaran bahwa meski kita fokus pada sektor ekstraktif seperti tambang, namun pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih terus dipacu. Perbandingannya terlihat dari rasio elektrifikasi kita yang semakin mendekati seratus persen di tingkat desa," tuturnya.
Melalui data yang detail ini, Iwan berharap para pemangku kepentingan dapat merumuskan kebijakan yang lebih merata, khususnya dalam mendukung daya saing industri kecil.
"Kami di BPS akan terus menyajikan data rill agar setiap langkah pembangunan di Tana Tidung selaras dengan kebutuhan masyarakat dan potensi alam yang kita miliki," tutupnya.
(*)
Penulis : Rismayanti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/20042026-Bundaran-HU-Tana-Tidung.jpg)