Sabtu, 9 Mei 2026

Pemkab Malinau

Tingkatkan PAD, Pemkab Malinau Optimalkan Potensi Daerah Melalui Pertanian Terintegrasi

Dipimpin langsung Bupati Wempi W Mawa, Pemkab Malinau inisiasi pemanfaatan lahan tidur seluas 8 kilometer menjadi kawasan pertanian terintegrasi.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
POTENSI PERTANIAN - Bupati Malinau Wempi W Mawa saat diwawancarai seusai penanaman, Jumat (8/5/2026) di lahan pertanian terintegrasi sepanjang 8 kilometer di Kabupaten Malinau. Inisiatif ini merupakan bukti komitmen Pemkab Malinau dalam mengoptimalkan aset daerah untuk kemakmuran masyarakat. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Malinau menginisiasi pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan pertanian terintegrasi yang menggabungkan tanaman pangan dan sektor perikanan.
  • Program ini dipimpin Bupati Wempi W Mawa melalui penanaman jagung unggul hasil kerja sama dengan akademisi, sebagai upaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan PAD
  • Pemerintah juga memberikan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas meningkat, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai percontohan pertanian produktif di Malinau.

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, secara resmi menginisiasi pemanfaatan lahan tidur milik daerah seluas 8 kilometer untuk diubah menjadi kawasan pertanian produktif. 

Pengembangan lahan ini mengusung konsep pertanian terintegrasi, yang memadukan budidaya tanaman pangan dengan sektor perikanan, melalui pemanfaatan kanal air di sekitar lokasi.

Program tersebut juga menjadi solusi nyata dalam penyerapan tenaga kerja lokal, melalui rekrutmen masyarakat untuk mengelola lahan secara profesional.

 

TANAM JAGUNG - Bupati Malinau Wempi W Mawa saat menanam bibit jagung unggul di lahan Pemkab Malinau, Sabtu (9/5/2026). Aksi nyata Pemkab Malinau ini sukses mengubah lahan tidur menjadi sumber baru ketahanan pangan dan lapangan kerja masyarakat.
(TRIBUNKALTARA.COM/HO-HUMAS PEMKB MALINAU-JAMSEN)
TANAM JAGUNG - Bupati Malinau Wempi W Mawa saat menanam bibit jagung unggul di lahan Pemkab Malinau, Sabtu (9/5/2026). Aksi nyata Pemkab Malinau ini sukses mengubah lahan tidur menjadi sumber baru ketahanan pangan dan lapangan kerja masyarakat. (TRIBUNKALTARA.COM/HO-HUMAS PEMKB MALINAU-JAMSEN) (ISTIMEWA)

 

Baca juga: Pemkab Malinau Sulap Lahan Kosong jadi Sentra Pertanian Produktif

Bupati Malinau, Wempi W Mawa, secara langsung memimpin penanaman perdana komoditas jagung unggul yang merupakan hasil kerja sama dengan akademisi universitas.

"Kita ingin tanah yang ada ini digarap oleh pemerintah, dan pasti nanti hasilnya masuk ke PAD daerah, juga untuk terciptanya lapangan pekerjaan," ujar Wempi W Mawa, seusai penanaman, Jumat (8/5/2026).

Wempi W Mawa menjelaskan bahwa pengelolaan lahan ini merupakan bagian dari inovasi daerah, yang bertujuan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan pemerintah.

 

TANAM JAGUNG - Bupati Malinau Wempi W Mawa saat menanam bibit jagung unggul di lahan Pemkab Malinau, Sabtu (9/5/2026). Aksi nyata Pemkab Malinau ini sukses mengubah lahan tidur menjadi sumber baru ketahanan pangan dan lapangan kerja masyarakat.
(TRIBUNKALTARA.COM/HO-HUMAS PEMKB MALINAU-JAMSEN)
TANAM JAGUNG - Bupati Malinau Wempi W Mawa saat menanam bibit jagung unggul di lahan Pemkab Malinau, Sabtu (9/5/2026). Aksi nyata Pemkab Malinau ini sukses mengubah lahan tidur menjadi sumber baru ketahanan pangan dan lapangan kerja masyarakat. (TRIBUNKALTARA.COM/HO-HUMAS PEMKB MALINAU-JAMSEN) (ISTIMEWA)

 

Menurutnya, pemanfaatan lahan sepanjang 8 kilometer ini akan membuat sisi jalan menjadi lebih bersih, produktif, dan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya di Malinau.

Pemkab Malinau juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis kepada para petani agar produktivitas komoditas unggulan dapat terus terjaga secara maksimal.

"Segala upaya ini kita lakukan untuk memastikan terciptanya produksi ketahanan pangan yang kita harapkan, bahkan mungkin bisa mendistribusikan sayur-mayur nantinya," ucapnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, program pertanian terintegrasi ini diharapkan mampu menjadi pilar baru dalam memperkuat struktur ekonomi daerah di masa depan.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved