Berita Nunukan Terkini
LPDKT Nunukan Gelar Muscablub, Hasan Basri Serukan Persatuan dan Jaga Kerukunan
Mewakili Bupati Nunukan, Hasan Basri menghadiri Muscablub LPDKT Nunukan pada Minggu 24 Mei di Ne Lenfin Hotel Nunukan Kalimantan Utara.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Muscablub LPDKT Nunukan Digelar pada 24 Mei 2026 di New Lenfin Hotel sebagai momentum mempererat persatuan masyarakat Dayak dan elemen daerah.
- LPDKT diapresiasi sebagai "penjaga rumah peradaban" karena dinilai aktif dan responsif dalam membantu berbagai persoalan sosial warga.
- Generasi muda Dayak didorong maju di bidang pendidikan dan kepemimpinan, serta wajib menjaga kerukunan di tengah keberagaman Nunukan.
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPDKT) menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) di New Lenfin Hotel, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan, Hasan Basri mewakili Bupati Nunukan.
Dalam sambutannya, Hasan Basri menegaskan Muscablub bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum mempererat persatuan masyarakat Dayak dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Nunukan.
“LPDKT bukan hanya organisasi biasa. Ketika ada persoalan sosial mereka hadir, ada warga berduka mereka hadir. Ini bukti bahwa LPDKT menjadi penjaga rumah peradaban di Kalimantan,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Nunukan Irwan Sabri Hadiri HUT ke-26 Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan
Ia menyebut Kalimantan tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena kuatnya nilai adat dan budaya yang diwariskan masyarakat Dayak.
Menurutnya, daerah yang kuat tidak hanya dibangun dengan infrastruktur megah, tetapi juga dengan masyarakat yang memiliki identitas budaya dan semangat persatuan yang kokoh.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Basri juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Dayak agar tidak minder dengan budaya sendiri.
Ia meminta pemuda Dayak terus maju dalam pendidikan, teknologi, kewirausahaan hingga kepemimpinan.
“Saya ingin melihat anak-anak muda Dayak menjadi dokter, akademisi, pengusaha, anggota DPR, jenderal, menteri bahkan pemimpin nasional,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nunukan.
Baca juga: Upacara Adat Napang Nahotom, Tradisi Dayak Tahol Malinau Kaltara Jaga Harmoni Manusia dan Alam
Menurutnya, ancaman terbesar sebuah bangsa bukan berasal dari luar, melainkan dari perpecahan internal.
“Bangsa besar runtuh bukan karena serangan dari luar, tetapi karena perpecahan dari dalam,” tegasnya.
Hasan Basri juga menyampaikan pesan Bupati Nunukan agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terpecah karena perbedaan suku, agama maupun kepentingan sesaat.
Ia berharap Muscablub LPDKT mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi positif untuk mendukung pembangunan daerah perbatasan.
“Di Kabupaten Nunukan hidup berbagai suku dan budaya yang rukun dalam bingkai persatuan. Kita boleh berbeda suku, budaya dan bahasa, tetapi tetap satu Indonesia,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid
| SPPG Nunukan Timur Resmi Beroperasi, Distribusikan MBG Bagi 857 Anak Sekolah hingga Balita |
|
|---|
| Reaksi Turis Asal Prancis saat Kunjungi SAE LaNuka di Lapas Nunukan Kaltara |
|
|---|
| Drama Musikal Impong De Lunas Insuai Sukses Menyedot Perhatian Penonton di Nunukan |
|
|---|
| Lapas Nunukan Gelar Bakti Sosial, Salurkan Bantuan Bagi Warga dan Pererat Silaturahmi |
|
|---|
| BPBD Nunukan Butuh Kolam Penampungan Air Portabel, Karhutla Terancam Meluas Saat Suplai Air Habis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/LPDKT-di-Nunukan-25052026.jpg)