Berita Nunukan Terkini
Reaksi Turis Asal Prancis saat Kunjungi SAE LaNuka di Lapas Nunukan Kaltara
Beginilah reaksi turis asal Prancis saat mengunjungi SAE LaNuka di Lapas Nunukan Kaltara.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- SAE LaNuka Lapas Nunukan di Lapas Kelas IIB Nunukan dikunjungi wisatawan asal Prancis dan menjadi sorotan sebagai wisata edukatif.
- Pengunjung melihat langsung area pembinaan warga binaan yang produktif dan tertata.
- Kunjungan ini menandakan SAE LaNuka mulai dikenal hingga mancanegara.
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Siapa sangka, sebuah kawasan wisata edukatif di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Nunukan ( SAE LaNuka ) yang berada di lingkungan Lapas Kelas IIB Nunukan itu, kembali menjadi perhatian setelah dikunjungi seorang wisatawan asal Prancis.
Kehadiran turis asing tersebut menjadi bukti bahwa destinasi unik di wilayah perbatasan itu mulai dikenal hingga luar negeri.
Wisatawan asal Prancis itu tampak menikmati suasana SAE LaNuka yang asri, tertata rapi, dan dipenuhi nuansa hijau.
Ia berkeliling melihat berbagai fasilitas yang tersedia, sambil menyaksikan secara langsung aktivitas pembinaan warga binaan di dalam lapas.
Melalui berbagai program yang dijalankan, warga binaan dilibatkan dalam aktivitas produktif dan kreatif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Hasil karya dan pengelolaan kawasan pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Baca juga: 51 Warga Binaan Lapas Nunukan Ikut Sekolah Paket A hingga C di PKBM Lanuka, Edo: Senang Bisa Belajar
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan kunjungan wisatawan asal Prancis tersebut menjadi kebanggaan, sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan SAE LaNuka.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, karena SAE LaNuka ternyata mampu menarik perhatian wisatawan hingga mancanegara.
Kami ingin menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya identik dengan pembinaan di balik tembok, tetapi juga dapat menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan edukatif bagi masyarakat,” ujar Donny Setiawan.
Menurut Donny Setiawan, SAE LaNuka bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif dan pemberdayaan.
“Kami berharap SAE LaNuka dapat terus berkembang menjadi ikon wisata edukatif di wilayah perbatasan, sekaligus memperkenalkan wajah pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan terbuka kepada masyarakat luas,” tambah Donny Setiawan.
Kehadiran wisatawan asal Prancis ini pun menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan Lapas Nunukan mulai mendapat perhatian lebih luas.
Tidak hanya masyarakat lokal, pengunjung dari luar negeri pun mulai tertarik melihat langsung konsep wisata edukatif yang dihadirkan SAE LaNuka.
Baca juga: Libur Idul Fitri, 2.300an Karcis Pengunjung Wisata di Lapas Nunukan SAE LaNuka Habis Terjual
(*)
Penulis: Fatimah Majid
| Drama Musikal Impong De Lunas Insuai Sukses Menyedot Perhatian Penonton di Nunukan |
|
|---|
| Lapas Nunukan Gelar Bakti Sosial, Salurkan Bantuan Bagi Warga dan Pererat Silaturahmi |
|
|---|
| BPBD Nunukan Butuh Kolam Penampungan Air Portabel, Karhutla Terancam Meluas Saat Suplai Air Habis |
|
|---|
| Alasan Pelindo Nunukan Belum Menindak Tegas Pedagang yang Bandel di Pelabuhan Tunon Taka |
|
|---|
| Banjir di Sembakung Berangsur Surut, BPBD Nunukan Catat Longsor Baru di Desa Atap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Wisatawan-asal-Prancis-mengunjungi-SAE-LANUKA-di-lingkungan-Lapas-Kelas-IIB-Nunukan.jpg)