Idul Adha
Idul Adha 2026, Ini Cara DKPP Nunukan Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Dikonsumsi
Idul Adha 2026, begini cara DKPP Nunukan memastikan hewan kurban sehat dan layak dikonsumsi.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- DKPP Nunukan melakukan pemeriksaan hewan kurban Idul Adha 2026 dengan metode ante mortem dan post mortem untuk memastikan keamanan daging.
- Pemeriksaan mencakup organ vital hewan dan penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal).
- Hasil sementara menunjukkan hewan kurban sehat dan layak konsumsi tanpa ditemukan yang diafkir.
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tak perlu khawatir soal keamanan daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hari Raya Idul Adha diketahui jatuh pada Rabu 27 Mei 2026 kemarin.
Tim dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Nunukan turun langsung melakukan pemeriksaan ketat terhadap hewan kurban, mulai sebelum disembelih, hingga organ dalam usai dipotong.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban di Kabupaten Nunukan, Rabu (27/5/2026), guna memastikan hewan sehat dan daging yang dibagikan kepada masyarakat layak dikonsumsi.
Baca juga: Tidak Lagi Bergantung Bantuan, Masjid di Nunukan Ini Konsisten Kurban Mandiri Selama 7 Tahun
Medik Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Nunukan, drh Rendy Tri Dharmawan Laksana, mengungkapkan pemeriksaan hewan kurban dilakukan dalam dua tahapan penting, yakni ante mortem sebelum pemotongan, dan post mortem setelah penyembelihan.
“Pemeriksaan terdiri dari dua tahap, yaitu ante mortem sebelum pemotongan, dan post mortem setelah dipotong,” ujar drh Rendy kepada TribunKaltara.com di Tarakan, Kamis (28/5/2026).
Tak sekadar melihat kondisi luar hewan, tim dokter hewan juga membongkar dan mengecek sejumlah organ vital, untuk memastikan tidak ada tanda penyakit berbahaya.
“Yang saya lakukan saat pemeriksaan post mortem adalah memeriksa jantung, paru-paru, limpa, hati dan ginjal,” jelasnya.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban benar-benar sehat, sekaligus memenuhi syariat Islam sebelum dagingnya dibagikan ke masyarakat.
“Hewan kurban tentunya harus sesuai syariat Islam,” katanya.
Kabar baiknya, dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan hewan kurban yang bermasalah atau harus diafkir.
“Dari hasil pemeriksaan, hewan kurban sehat, dagingnya layak dikonsumsi.
Yang penting jaga higiene dan sanitasi,” ungkap drh Rendy.
Baca juga: Momen Idul Adha 2026, Polres Nunukan Sembelih 11 Sapi dan 4 Kambing Dibagikan ke Ratusan Warga
Meski demikian, jumlah keseluruhan hewan kurban yang telah diperiksa masih terus dihimpun, karena proses penyembelihan di sejumlah titik belum selesai dilakukan.
| Momen Idul Adha 2026, Polres Nunukan Sembelih 11 Sapi dan 4 Kambing Dibagikan ke Ratusan Warga |
|
|---|
| Gubernur Kaltara Salat Idul Adha Bersama Warga di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Lanjut Open House |
|
|---|
| Amankan Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Pemotongan Kurban, 146 Personel Polres Tarakan Diturunkan |
|
|---|
| Bantuan Hewan Kurban Gubernur hingga Bupati Masuk Lapas Nunukan, 3 Sapi dan 4 Kambing Dipotong |
|
|---|
| Tidak Lagi Bergantung Bantuan, Masjid di Nunukan Ini Konsisten Kurban Mandiri Selama 7 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Dokter-hewan-DKPP-Kabupaten-Nunukan-memeriksa-organ-dalam-hewan-kurban.jpg)