Berita Nunukan Terkini
Kisah Suci Ramdani Jemaah Haji Termuda Asal Nunukan, Saat Wukuf di Arafah Bikin Haru
Saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci tepatnya ketika wukuf di Arafah, Suci Ramdani jemaah haji termuda Nunukan sangat terharu.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Usia 23 tahun, Suci Ramdani jadi jemaah haji termuda asal Nunukan musim haji 2026 setelah menanti selama 13 tahun sejak didaftarkan orang tuanya 2012.
- Meski sempat alami keterlambatan bus ke Arafah dan kebingungan cari bus di Muzdalifah, Suci bersyukur rangkaian ibadah, termasuk wukuf, berjalan lancar, tertib, dan difasilitasi dengan baik.
- Selain rencana buka usaha sendiri setelah pulang, Suci berharap masa tunggu haji di Indonesia bisa dipangkas menjadi 8–10 tahun saja agar para jemaah lansia.
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Di usia yang masih sangat muda, Suci Ramdani berhasil menapakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Perempuan asal Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara itu menjadi jemaah haji termuda asal Kabupaten Nunukan dengan usia 23 tahun.
Perjalanan panjang yang dijalani Suci Ramdani menuju Tanah Suci ternyata sudah dimulai sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Suci Ramdani didaftarkan haji oleh kedua orang tuanya sejak usia 10 tahun bersama dua kakaknya pada tahun 2012 dan resmi masuk daftar tunggu pada Februari 2013. Setelah menunggu selama 13 tahun, impian berangkat haji akhirnya terwujud pada 2026.
Baca juga: Didaftarkan Orang Tua Sejak Usia 10 Tahun, Suci Ramdani Calon Jemaah Haji Termuda Asal Nunukan 2026
“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa sampai di Tanah Suci dan menjalani semua rangkaian ibadah dengan baik,” ujar Suci kepada TribunKaltara.com, Jumat (29/5/2026).
Momen paling mengharukan dirasakan Suci saat tiba di Arafah untuk menjalani wukuf.
Ia mengaku sempat khawatir karena keberangkatan menuju Arafah mengalami keterlambatan.
“Harusnya kami berangkat jam 11.30, tapi baru dapat bus sekitar jam 14.30. Alhamdulillah tetap bisa sampai dan menjalani wukuf di Arafah,” katanya.
Sesampainya di Arafah, Suci mengaku tak menyangka dengan suasana yang dirasakannya.
Baca juga: Jemaah Haji Tarakan Selesai Wukuf hingga Lempar Jumrah, Cuaca di Tanah Suci Saat Ini Cukup Panas
“Alhamdulillah semuanya tertata dan tidak berdesak-desakan. Makanan juga berlimpah sampai tas saya yang awalnya tidak penuh jadi penuh karena banyak snack, souvenir, tumbler dan payung yang dibagikan,” ungkapnya.
Di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara, Suci ternyata langsung menghubungi ayahnya usai melaksanakan wukuf.
“Pertama kali saya hubungi itu bapak untuk mengabari kalau saya sudah wukuf di Arafah. Setelah itu baru ibu karena saat itu ibu masih mengajar di sekolah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Suci juga membagikan pengalaman menegangkan saat berada di Muzdalifah menuju Mina.
Ia mengaku sempat bingung mencari bus yang akan membawanya ke Mina.
“Awalnya diarahkan ke bus 54, lalu coba ke bus 55 ternyata bisa masuk ke sektor 80. Sambil antre saya terus berdoa semoga dipermudah,” katanya.
Meski begitu, semua proses akhirnya berjalan lancar.
Dukungan keluarga dan masyarakat Nunukan juga menjadi penyemangat tersendiri bagi Suci selama berada di Tanah Suci.
| Lolos Jadi Relawan Literasi Masyarakat 2026, Ketua TBM Padu Nunukan Sebut Ini Gerakan Sosial |
|
|---|
| Pohon Besar Tiba-tiba Tumbang, Tutup Akses Jalan Ujang Dewa di Nunukan, Kabel PLN dan Telkom Ambruk |
|
|---|
| Masjid Al Kautsar Penerima Bantuan Dua Ekor Sapi Kurban Presiden di Nunukan, Bobotnya Hampir 1 Ton |
|
|---|
| Dapur MBG Beroperasi di Nunukan Timur, Ini Respons Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam |
|
|---|
| Hadiri Peresmian 4 Fasilitas Pendidikan, Tamara Moriska Ungkap Harapan Besar Buat Pelajar Nunukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Suci-Ramdani-jemaah-haji-termuda-Nunukan-29052026.jpg)