Selasa, 9 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Bupati Nunukan Irwan Minta Warga Pesisir Menjauh dari Pantai, Status Waspada Tsunami di Kaltara

Bupati Nunukan Irwan Sabri imbau bagi masyarakat terutama di pesisir dan pulau terluar untuk tetap waspada tsunami, usai gempa di Filipina.

Tayang:
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Junisah
HO-Prokopim
IRWAN SABRI - Bupati Nunukan, Irwan Sabri, mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada menyusul gempa bumi Magnitudo 7,7 di Filipina yang berpotensi memicu tsunami. Warga yang berada di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar diminta sementara waktu menjauhi area pantai serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Menyusul terjadinya gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi, memicu kewaspadaan di wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kabupaten Nunukan.

Informasi potensi tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bupati Nunukan Irwan Sabri langsung mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Terjadinya gempa bumi pada kedalaman 47 kilometer.

Status waspada tsunami yang ditetapkan BMKG untuk Kalimantan Utara membuat Pemerintah Kabupaten Nunukan bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Nunukan Masuk Wilayah Waspada

Dalam pernyataannya, Irwan Sabri meminta masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi bahaya yang mungkin terjadi.

"Sehubungan dengan informasi BMKG mengenai gempa bumi yang berpotensi tsunami, kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan untuk tetap tenang namun waspada," kata Irwan.

Ia meminta warga yang berada di wilayah pesisir, kawasan yang berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi, serta pulau-pulau terluar agar sementara waktu menjauhi area pantai dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi.

Irwan Sabri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas sumbernya.

"Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Ikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Nunukan," tegasnya.

Baca juga: Gempa M 7,7 di Filipina Picu Waspada Tsunami di Kaltara, BPBD Imbau Warga Jauhi Pantai dan Sungai

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

"Pemerintah Kabupaten Nunukan akan terus menyampaikan perkembangan informasi secara berkala. Mari tetap tenang, waspada, dan berdoa agar kita semua senantiasa dalam perlindungan Allah SWT," ujarnya.

Sementara itu, warga di sejumlah kawasan pesisir Nunukan mulai memantau perkembangan informasi dari BMKG setelah kabar gempa kuat di Filipina memicu peringatan dini tsunami di beberapa wilayah Indonesia. 

(*)

Penulis: Fatimah Majid

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved