Penambang Geruduk Kantor Gubernur
Ingkong Ala Banjir Keringat Temui Massa, Begini Solusi Wagub Kaltara Redam Ketegangan
Sembari bermandi keringat, Wagub Kaltara Ingkong Ala tawarkan dua solusi utama redam ketegangan demonstrasi penambang Sekatak.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala menyambut aksi demonstrasi penambang Sekatak yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Rakyat di halaman Kantor Gubernur, Senin (8/6/2026).
Didampingi Asisten II Bustan serta Kepala Dinas ESDM provinsi Yosua Batara P, Ketua dan Wakil I dan II DPRD, Wagub Kaltara, Ingkong Ala menemui massa aksi.
Di bawah teriknya cuaca panas Tanjung Selor, para pejabat tinggi Kaltara ini memilih berdiri di tengah massa demi mendengarkan segala tuntutan dan aspirasi.
Ketegangan sempat mencuat saat perwakilan massa selesai melakukan audiensi yang berlangsung lama dari pukul 12.00 Wita hingga 14.30 Wita.
Massa sempat berencana meneruskan aksi demonstrasi dan menggeruduk Kantor DPRD Kaltara. Namun, ketegangan itu berhasil diredam.
Niat mengepung kantor wakil rakyat tersebut diurungkan setelah Wagub Kaltara Ingkong Ala kembali turun menemui massa aksi untuk menyampaikan sejumlah solusi konkret hari ini.
Ingkong Ala dengan kondisi banjir keringat, menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara menerima dan sangat menghargai aspirasi yang disampaikan masyarakat penambang rakyat melalui aksi damai tersebut.
Baca juga: Ratusan Penambang Sekatak Batal ke Kantor DPRD Kaltara, Bubar usai Ditemui Wagub Ingkong Ala
Menurutnya, aksi tertib ini justru membantu pemerintah memetakan masalah yang sudah mengakar bertahun-tahun.
"Bahwa kita menerima aspirasi mereka. Aksi yang mereka lakukan secara damai seperti ini juga memberi dukungan kepada pemerintah. Dengan adanya aksi ini, semua pihak bisa mengetahui persoalan yang mereka hadapi," kata Ingkong Ala kepada media usai menemui massa aksi.
Dalam audiensi tersebut, sebanyak 12 perwakilan massa diberikan kesempatan berbicara.
Aspirasi yang dibawa ternyata tidak hanya soal tambang emas. Masyarakat juga mengeluhkan status kawasan hutan yang dinilai membatasi ruang gerak lahan pertanian dan perkebunan warga.
"Aspirasi yang mereka sampaikan ternyata cukup banyak. Selain masalah tambang emas, mereka juga menyampaikan persoalan status kawasan hutan yang berdampak pada lahan perkebunan dan pertanian masyarakat," ujarnya.
Solusi Utama Wagub Kaltara
Guna meredam konflik jangka panjang dan memberikan kepastian bagi masyarakat Sekatak, Wagub Kaltara Ingkong Ala menawarkan dua solusi strategis:
1. Membentuk Tim Investigasi dan Memanggil Perusahaan
Pemprov Kaltara bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan akan segera melakukan pendalaman dan membentuk tim investigasi di lapangan.
Pemerintah juga akan memanggil pihak perusahaan swasta yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) resmi di wilayah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/08062026-Wagub-Kaltara-temui-demonstran-01.jpg)