Berita Kaltara Terkini
Warga Tanjung Selor dan Komunitas Motor Mengeluh Biaya BBM Membengkak Buntut Harga Pertamax Naik
Warga Tanjung Selor dan komunitas motor mengeluhkan Harga Pertamax Naik menjadi Rp17.000, pengeluaran untuk BBM meningkat
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Cornel Dimas Satrio
Ringkasan Berita:
- Harga Pertamax naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter (selisih Rp4.100), memicu keresahan masyarakat Tanjung Selor.
- Karyawan, warga, hingga komunitas motor merasa terbebani karena pertamax sering jadi pilihan utama saat stok pertalite subsidi kosong di SPBU.
- Pengendara mengaku biaya operasional meningkat, bahkan komunitas motor menunda agenda touring karena pengeluaran BBM membengkak.
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp17.000 per liter mulai menimbulkan kerisauan masyarakat Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di berbagai kalangan.
Mulai dari karyawan swasta, pemerintahan hingga komunitas club motor di Tanjung Selor mengaku keberatan Harga Pertamax Naik.
Sebelumnya, harga pertamax Rp12.900 per liter, namun sekarang naik Rp4.100, menjadi Rp17.000 per liter.
Selama ini, Pertamax menjadi alternatif utama ketika pertalite subsidi kosong di sejumlah SPBU, di Tanjung Selor.
Seorang pengendara, Agus mengaku terbebani dengan kenaikan harga pertamax.
"Rata-rata kalau pertalite habis kan masyarakat beralih ke pertamax. Tapi pertamax sekarang Rp17.000, ya gimana. Apalagi kalau dikaitkan dengan gaji masyarakat saat ini yang berbeda-beda, ada yang cukup, ada yang kurang," ujar Agus saat hendak mengisi BBM di SPBU Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Rabu (10/6/2026).
Agus berharap kenaikan harga pertamax tidak berlangsung lama, mengingat stok BBM subsidi di Tanjung Selor kerap kosong di sejumlah SPBU.
"Harapannya kalau bisa harga pertamax ini kembali seperti sebelumnya. Karena pertamax ini kan substitusi, jika BBM subsidi pertalite sedang kosong, kita beralih ke pertamax," katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan pegiat komunitas motor di Tanjung Selor, Atiq.
Ia mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga pertamax karena sepeda motor miliknya menggunakan BBM non subsidi tersebut.
Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp 17.000 Per Liter, Sudah Dua Hari Stok BBM di Tanjung Selor Bulungan Kosong
Menurutnya, kenaikan hingga Rp4.000 per liter cukup mengejutkan dan membuat pengeluaran kebutuhan bahan bakar semakin besar.
"Kita tidak mau ada agenda touring lagi dalam waktu dekat, karena beli BBM Rp100.000 jadi semakin tidak terasa," ucap Atiq.
Ia mengatakan, biaya operasional kendaraan kini meningkat, terutama bagi anggota komunitas motor yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh.
"Mau tidak mau kita harus atur lagi pos-pos pengeluaran ini dengan pemasukan kita kan," sebutnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu
Harga Pertamax Naik
harga pertamax
pertamax
BBM
Tanjung Selor
Kalimantan Utara
pertalite
SPBU
Meaningful
| Pertamax Naik Jadi Rp 17.000 Per Liter, Sudah Dua Hari Stok BBM di Tanjung Selor Bulungan Kosong |
|
|---|
| Jadwal Susi Air Tanjung Selor–Long Bawan Hari Ini, Harga Tiket Naik |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Pasar Induk Tanjung Selor Naik, Pedagang Keluhkan Konsumen Irit Belanja |
|
|---|
| Pemprov Kaltara Raih WTP ke-12, Gubernur Zainal Paliwang: Ini Juga jadi Bahan Evaluasi |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tarif Damri Tanjung Selor Justru Turun, Cek Daftar Lengkapnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/10062026-SPBU-Jalan-Sengkawit-Tanjung-Selor-01.jpg)