Jumat, 12 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Ringgit Menguat, 2.286 Orang WNA Malaysia Serbu Nunukan, Terjadi Lonjakan Lebih dari Dua Kali Lipat

Imigrasi Nunukan mencatat pada Mei ada 2.286 WNA asal Malaysia masuk ke Kabupaten Nunukan. Tujuannya liburan dan kunjungi keluarga.

Tayang:
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Fatimah Majid
PERBATASAN - Aktivitas penumpang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan yang diabadikan TribunKaltara.com beberapa waktu lalu. Kantor Imigrasi Nunukan mencatat kedatangan warga negara Malaysia meningkat drastis pada Mei 2026, seiring menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap rupiah 

Ringkasan Berita:
  • Kedatangan WNA Malaysia ke Nunukan via TPI Pelabuhan Tunon Taka melonjak drastis dari 1.007 orang pada April menjadi 2.286 orang pada Mei 2026.
  • Lonjakan dipicu menguatnya mata uang Ringgit (kisaran Rp4.500 per RM1) yang menaikkan daya beli mereka, dengan tujuan mayoritas untuk berlibur dan mengunjungi keluarga.
  • Imigrasi Nunukan menilai fenomena ini berdampak positif bagi perputaran ekonomi daerah, namun memastikan pengawasan kedaulatan di perbatasan tetap diperketat.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap rupiah membawa dampak langsung ke wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Ribuan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia tercatat masuk ke Kabupaten Nunukan dalam sebulan terakhir.

Kantor Imigrasi Nunukan mencatat lonjakan signifikan kedatangan WNA Malaysia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka pada Mei 2026.

Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Donly Siahaan, mengungkapkan jumlah kedatangan WNA Malaysia melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

"Terjadi peningkatan kedatangan WNA yang sangat drastis pada Mei, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya, dari 1.007 orang pada April menjadi 2.286 orang pada Mei," ujar Donly Siahaan kepada TribunKaltara.com, melalui pesan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Imigrasi Nunukan Tepis Isu Pungli Terhadap WNA Malaysia, Pastikan Semua Proses Sesuai Regulasi

Lonjakan tersebut terjadi saat nilai tukar Ringgit Malaysia menguat hingga berada di kisaran Rp4.500 per RM1. Kondisi ini membuat daya beli warga Malaysia di wilayah perbatasan Indonesia menjadi lebih tinggi.

Donly Siahaan menjelaskan, sebagian besar warga Malaysia yang datang ke Nunukan bukan untuk bekerja, melainkan mengunjungi keluarga dan berwisata.

"Mayoritas datang untuk mengunjungi keluarga dan berlibur. Mobilitas masyarakat lintas batas memang cukup tinggi antara Malaysia dan Nunukan," kata Donly Siahaan.

Data Imigrasi menunjukkan arus masuk WNA Malaysia pada Mei menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, pergerakan warga negara Indonesia (WNI) yang melintas melalui perbatasan masih tergolong normal. 

Dalam lima bulan pertama tahun 2026, jumlah keberangkatan dan kedatangan WNI berkisar antara 5.000 hingga 6.900 orang per bulan.

WNA Malaysia foto di patok perbatasan Nunukan 11062026
PERBATASAN - Wisatawan berfoto di kawasan wisata perbatasan Indonesia-Malaysia di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap rupiah turut mendorong peningkatan kunjungan warga Malaysia ke wilayah perbatasan Nunukan pada Mei 2026.

Kantor Imigrasi Nunukan menilai meningkatnya kunjungan warga Malaysia menjadi angin segar bagi perekonomian daerah.

Semakin banyaknya pengunjung dari negara tetangga berpotensi meningkatkan transaksi di sektor perdagangan, kuliner, transportasi hingga penginapan.

"Imigrasi melihat ini sebagai dampak yang positif karena dapat mendorong perputaran ekonomi daerah setempat, terutama Kabupaten Nunukan, sehingga kesejahteraan masyarakat kemungkinan makin meningkat," ungkap Donly Siahaan.

Meski demikian, Imigrasi Nunukan memastikan pengawasan dan pelayanan keimigrasian tetap berjalan maksimal untuk menjaga keamanan serta kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

"Langkah Imigrasi Nunukan selalu memperkuat perannya sebagai penjaga kedaulatan dengan menempatkan rakyat sebagai pusat orientasi. Sinergi pelayanan dan penegakan hukum diwujudkan melalui kebijakan dan inovasi. Semangat Imigrasi Nunukan tetap melayani sepenuh hati untuk rakyat," pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved