Berita Bulungan Terkini
Antrean Kendaraan Kerap Mengular, Pemkab Bulungan Minta Kuota Solar dari Pertamina Bertambah
Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengular di luar SPBU, Pemkab Bulungan minta kuota solar dari Pertamina bertambah.
Penulis: - | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengular di luar SPBU, Pemkab Bulungan minta kuota solar dari Pertamina bertambah.
Pemerintah Kabupaten Bulungan, mengharapkan pihak pertamina menambah Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis solar ke Bulungan.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bulungan, Syarwani, sebab menurutnya bahwa BBM bukan produk yang dihasilkan di daerah.
Jadi pemerintah mengharapkan ada pasokan lebih dari pihak Pertamina sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Hindari Kerumunana, Walikota Tarakan Imbau Warga Potong Sapi di RPH: Dibagi dan Tinggal Diantarkan
"Dengan adanya penambahan kuota solar, ke Bulungan. Saya berharap dapat mengurangi antrean yang mengular sepanjang jalan Sengkawit Tanjung SelorSelor," ucapnya Kamis (7/7/2022).
Dikatakan, Syarwani persoalan sekarang ini bukan hanya bicara subsidi dan non subsidi tetapi lebih kepada ketersediaan produk bahan baku dari pertamina.
Tak hanya itu, Syarwani menuturkan beberapa kendala terjadinya antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan BBM.
Pertama keterlambatan pengiriman, kedua kuotanya perlu ditambah.
"Kalau pengiriman saja,mengalami keterlambatan sampai dua atau tiga hari, besar kemungkinan terjadi antrean panjang di SPBU. Karena kebutuhan BBM untuk kendaraan itu setiap hari,"ucapnya Kamis (7/7/2022).
Bahkab kuota BBM jenis solar yang menurun, kata Bupati seharusnya suplai dari pertamina bisa bertambah.
Sesuai dengan kapasitas kendaraan yang ada di Bulungan.
Baca juga: Momen Idul Adha Tahun Ini, Walikota Tarakan Perbolehkan Masyarakat Open House, Tetap Jaga Prokes
"Sebenarnya ini dipastikan ketersediaan mencukupi, sesuai dengan kebutuhan. Yang jelas pemkab Bulungan mendorong supaya kuotanya bisa bertambah," ucapnya.
Syarwani menilai dengan ada penambahan kuota BBM di Bulungan ini karena seiring dengan pertumbuhan penduduk dan populasi kendaraan dengan demikian secara otomatis konsumsi bahan bakar meningkat.
"Mekanisme pasar bisa terjadi, ketika permintan tinggi tidak disediakan bahan baku yang cukup sehingga terjadi kekosongan sehingga seharusnya ketersediaan bahan baku, sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kondisi-antrean-bahan-bakar-minyak-smmdm.jpg)