Sabtu, 18 April 2026

Kumpulan Pantun

36 Pantun Tagih Utang, Bikin Peminjam Kepikiran Terus Siang dan Malam

Simak kumpulan pantun tagih utang penuh sindiran, pakai untuk mengingatkan peminjam secara halus tapi mengena, socok buat status medsos.

ARSIP - Freepik.com
PANTUN TAGIH UTANG - Kumpulan pantun sindiran bayar hutang, cocok untuk melampiaskan amarah kepada orang tak kunjung bayar kewajibannya. 

TRIBUNKALTARA.COM - Urusan utang-piutang sering membuat situasi jadi serba salah. Hubungan yang semula akur bahkan bisa berubah hanya karena persoalan uang.

Apalagi jika berada di posisi orang yang meminjamkan uang. Di satu sisi tak enak hati untuk menagih, namun di sisi lain kebutuhan pribadi juga mendesak.

Niat awal hanya ingin mengingatkan agar utang segera dilunasi, tetapi kerap berakhir dianggap pelit dan kurang empati.

Padahal, menagih utang adalah hal yang wajar, apalagi jika sebelumnya sudah ada kesepakatan soal waktu pengembalian.

PANTUN TAGIH UTANG - Kumpulan pantun sindiran bayar utang, cara jitu bikin si peminjam tersinggung.
PANTUN TAGIH UTANG - Kumpulan pantun sindiran bayar utang, cara jitu bikin si peminjam tersinggung. (ARSIP - Freepik.com)

Baca juga: 24 Pantun Melayu buat Lamaran, Cara Manis Meminang Pujaan Hati

Emosi pun kadang sulit dipendam, terlebih ketika melihat si peminjam justru sibuk jalan-jalan atau memamerkan barang mewah di media sosial. Namun saat ditagih, ia malah marah-marah atau menghindar.

Dalam situasi seperti ini, dibutuhkan trik jitu untuk menghadapinya. Bagi kamu yang butuh inspirasi, pantun sindiran dalam artikel ini bisa dijadikan pilihan.

Lewat deretan pantun berikut, sindiran bisa disampaikan secara halus maupun terang-terangan lewat media sosial, tanpa harus menimbulkan konflik secara langsung.

Simak kumpulan pantun menagih utang berisi sindiran berikut ini, dihimpun oleh TribunKaltara.com dari berbagai sumber.

Kumpulan pantun tagih utang

1. Pergi ke pasar membeli ketupat
Dimakan siang sebelum basi
Jalan-jalan sempat, pamer sempat
Utang kapan mau kau lunasi?

2. Tanam bakau cegah abrasi
Jangan sampai bencana merebak
Kalau memang belum bisa lunasi
Bilang baik-baik, jangan mengelak.

3. Setelah empat adalah tiga
Tulis dengan bahasa Sunda
Sudah lama tiada berjumpa
Utang dilupa bagai amnesia.

4. Nasi goreng diambil gratis
Sambil makan buah manggis
Gayanya layaknya seorang selebritis
Tapi utangnya berlapis-lapis.

5. Ada orang memakai bedak
Karena banyak buat tersedak
Meminjam uang datang mendadak
Saat diminta, emosinya meledak.

Kumpulan pantun tagih utang

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved