Kumpulan Pantun
29 Pantun Kematian, Bahan Introspeksi Diri biar Hidup Lebih Bermakna
Simak kumpulan pantun kematian berikut ini, cocok untuk bahan introspeksi diri agar selalu ingat Tuhan dan bikin hidup lebih bermakna.
Penulis: Maharani Devitasari | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM - Kematian merupakan satu-satunya kepastian dalam hidup yang tidak bisa ditawar.
Dalam Al Quran sudah tertulis bahwa semua yang berjiwa akan merasakan kematian.
Tidak ada satu pun manusia yang bisa menghindarinya, tak peduli seberapa kaya atau tinggi kedudukan.
Meski terdengar menakutkan, kematian sejatinya adalah pengingat paling jujur tentang betapa berharganya setiap detik yang dimiliki.
Baca juga: 37 Pantun Hari Antikorupsi Sedunia 2025, Sindiran Halus untuk Pejabat Nakal
Dunia yang fana bukanlah tempat tinggal sejati, melainkan tempat untuk menyiapkan bekal sebaik-baiknya, sebanyak-banyaknya.
Dunia bukan tempat untuk bersenang-senang, kebahagiaan abadi akan didapatkan nanti di akhirat.
Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengingatkan orang lain tentang kematian, salah satunya melalui pantun.
Simak kumpulan pantun tentang kematian dalam Islam berikut ini, dihimpun oleh TribunKaltara.com dari berbagai sumber.
1. Daun luruh di musim hujan
Tanah basah harum baunya
Setiap insan punya giliran
Ajal tiba tanpa aba-aba.
2. Senja merah di balik awan
Burung pulang ke sarang sunyi
Kematian bukanlah akhir kehidupan
Tapi awal menuju alam abadi.
3. Panjat pohon panen lontar
Sekalian ambil buah duku
Hidup di dunia hanya sebentar
Kematian tiba tak kenal waktu.
4. Pergi ke Banda lewat Indra Puri
Singgah sejenak di warung Minang
Ingatlah tuan muda dan mudi
Negeri akhirat tuan kan pulang.
5. Pergi berjalan ke pulau Jawa
Banyak terlihat pemandangan indah
Pagi kita masih bernyawa
Malam sudah berkalang tanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Pantun-berduka-cita-1.jpg)